you're reading...
Uncategorized

Membayar Upah Rasulullah Saww.

Masjid NabawiUntuk mengenang wafatnya lima orang saleh, masyarakat membangun patung-patung mereka untuk dijadikan sebagai peringatan dan penghormatan. Beberapa generasi berlalu sampai akhirnya muncul dongeng dan khurafat yang menjadikan patung-patung itu sebagai berhala. Nuh alaihisalam hadir dan membuat revolusi pemikiran untuk membersihkan akal manusia dari penyembahan selain kepada Tuhan yang Mahaesa. Nuh berhasil mematahkan argumentasi orang-orang kafir dengan logika.Namun selama 950 tahun, mayoritas manusia saat itu tidak beriman, termasuk istri dan anaknya. Kalimat tauhid memang tidak bisa dipaksakan dan Ibnu Abbas mengatakan hanya delapan puluh orang yang beriman pada masa itu. Padahal Nuh sudah mengatakan: Sekali-kali aku tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Generasi setelahnya kembali membuat patung orang-orang yang selamat dari hempasan topan dan badai, untuk memberi peringatan atas kesalahan nenek moyang mereka yang abai terhadap seruan utusan Tuhan. Namun generasi bernama Ad kembali gagal menyadari kemanusiaan mereka dan sombong akan kekuatan yang diberikan Tuhan. Selama mereka menganggap bahwa kekuatan adalah hal yang patut dibanggakan, maka seharusnya mereka melihat bahwa Allah Swt. yang menciptakan mereka lebih kuat lagi. Kaum Ad menolak adanya hari akhirat dan penjelasan Nabi Hud tentang hikmah penciptaan manusia. Janji Allah datang ketika masa kekeringan terjadi sehingga tidak ada makanan dan dilanjutkan dengan angin kencang yang menghancurkan kulit mereka, kecuali pengikut Nabi Hud alaihisalam. Padahal Hud sudah mengatakan: Sekali-kali aku tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Datanglah kaum Tsamud yang hanya bertaklid atas apa-apa yang disembah oleh moyang mereka. Nabi Saleh yang oleh orang-orang kafir dikenal karena keluasan ilmu, kematangan akal, kejujuran, dan kebaikan berbalik dimusuhi ketika tahu bahwa dia mengajak seruan kepada Tuhan yang esa. Setelah diminta mendatangkan bukti, Saleh alaihisalam mendatangkan mukjizat dalam bentuk unta betina. Kebenaran yang dibawa oleh Nabi Saleh tidak berhubungan dengan unta itu, namun berhubungan dengan dakwah dan ajaran karena ia adalah wujud dari mukjizat. Ketika unta tersebut dibunuh, orang-orang kafir justru menantang untuk didatangkan siksaan. Nabi Saleh a.s. dan pengikutnya meninggalkan tempat dan pada hari keempat binasalah seluruh yang ada di muka bumi tempat kaum Tsamud tinggal. Padahal Saleh sudah mengatakan: Sekali-kali aku tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Generasi berlalu hingga muncul kaum yang melakukan kejahatan yang tidak biasa dilakukan oleh penjahat manapun. Mereka merampok, berkhianat, berwasiat dalam kemungkaran, dan kejahatan yang belum pernah ada sebelumnya adalah berhubungan seks dengan sesama jenis. Orang-orang yang sakit tersebut menolak obat yang ditawarkan oleh manusia yang paling tulus pada masa itu, Luth. Namun tidak ada seorang pun yang mengikutinya, termasuk istri dan beberapa keluarganya. Luth yang hanya ingin mengajak mereka untuk berpikir sehat dan menggunakan fitrahnya, mengajukan pertanyaan kepada mereka, “Tidak adakah di antara kalian seseorang yang berakal?” Terus-menerus menghadapi gangguan, bumi tempat mereka hidup dihancurkan padahal Luth pernah mengatakan: Sekali-kali aku tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Kaum Nabi Luth sudah menjadi contoh bahwa agama tidak sekedar tauhid tapi juga perilaku dalam kehidupan dan pergaulan. Namun kaum Nabi Syuaib tidak belajar dari kesalahan tersebut dan mereka memisahkan antara agama dari kehidupan sehari-hari. Hal yang terkenal dari penduduk Madyan adalah mengurangi timbangan dan merebut hak-hak manusia yang semua itu mereka anggap sebagai bentuk kepandaian dalam berdagang. Syuaib hanya menginginkan islah atau perbaikan pada saudara-saudaranya, namun mereka menyambutnya dengan ejekan. Lalu Syuaib alaihisalam melanjutkan dengan peringatan akan nasib kaum sebelumnya, namun hati orang-orang kafir telah keras untuk mendapatkan harta haram. Ancaman yang diterima sang utusan dibalas dengan satu suara guntur yang mengguncangkan mereka semua tewas. Padahal Syuaib sudah mengatakan: Sekali-kali aku tidak minta upah kepada kalian atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Sama seperti para nabi sebelumnya, Rasulullah saw. juga tidak menginginkan upah untuk dirinya sendiri tetapi, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Saba: Upah apa pun yang aku minta kepada kalian, maka itu untuk kalian sendiri. Allah Swt. memerintahkan rasul untuk mengingatkan kepada umatnya sebuah upah dalam bentuk kecintaan kepada al-qurba. Meski ayat dalam surah Asy-Syura ayat 23 tersebut biasa diterjemahkan sebagai kekeluargaan, namun al-qurba bermakna kerabat dan dekat pada nasab seseorang yang meminta dalam ayat tersebut. Upah yang sudah sepantasnya dibayarkan kepada Rasulullah saw. ini bukanlah permintaan dari pribadi sang nabi, karena nabi bertugas sebagai pemberi peringatan dan seorang utusan Tuhan tidaklah mungkin memiliki egois untuk membungkus keinginan pribadi dalam balutan ajaran agama. Karenanya, upah mencintai keluarga nabi saw. adalah perintah Allah Swt. sendiri.

Lalu umat Nabi Muhammad saw. juga diharuskan bertanya, apakah mawaddah (cinta berlebih) adalah cukup tanpa harus mengikuti dan meneladani segala aspek kehidupannya? Apakah mungkin mereka diperintah untuk mencintai manusia-manusia biasa yang melakukan dosa tetapi dapat memberikan manfaat di dunia dan akhirat? Dalam At-Tafsîr Al-Kabîr, Imam Thabarani menukil sebuah riwaat terkait dengan ayat 23 dalam surah Asy-Syura tersebut:

وعن ابنِ عبَّاس قالَ: لَمَّا نَزَلَتْ { قُل لاَّ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلاَّ ٱلْمَوَدَّةَ فِي ٱلْقُرْبَىٰ } قَالُواْ: يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يَأْمُرُنَا اللهُ بمَودَّتِهِمْ؟ قَالَ: عَلِيٌّ وَفَاطِمَةُ وَوَلَدَهُمَا

Ibnu Abbas berkata, ketika ayat tersebut turun, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka yang diperintahkan kepada kami untuk mencintainya?” Beliau menjawab: “Ali, Fatimah, dan kedua putranya.”

Malam 12 Rabiulawal 1435

Referensi:

  1. Bahjat, Ahmad (Juni 2006) [Terbitan Pertama 1995]. Anbiyâ Allâh [Sejarah Nabi-Nabi Allah]. Jakarta: Penerbit Lentera. ISBN 979-24-3316-3
  2. “Mengapa Redaksi Al-Qurba Disimpulkan sebagai Ahlulbait?” IslamQuest.net.
  3. “Tafsîr At-Tafsîr Al-Kabîr”Altafsir.com.

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

One thought on “Membayar Upah Rasulullah Saww.

  1. Cellulitis typically commences over the teenage decades on top of
    that to a present day review displays contest or maybe body weight of the particular
    patient is not an issue. Up coming sort of cellulite could be the ‘mattress’ or maybe ‘orange
    peel’ graphic look in which a woman could possess in her only healthy foot position or if lying down, which is often called to because cellulite.

    Listed below are three or more hints to get rid of cellulite that
    will generally function.

    Posted by how to get rid of cellulite how to get best way to get rid of | 16 April 2014, 9:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: