you're reading...
Uncategorized

Tidak Syar’inya Gadai Syari’ah

Emas Antam
Gadai adalah transaksi sosial yang sifatnya personal untuk menolong orang saat kesusahan. Oleh perbankan, kesusahan orang ini dijadikan bisnis, disulap jadi utang berbunga. Disahkan dg trick menggabungkan dua akad, gadai dan titipan. Sangat merugikan masyarakat.

1. Gadai, atau rahn, adalah salah satu transaksi yang halal dalam muamalat. Secara bahasa kata rahn berarti tetap dan langgeng.

2. Belakangan, bersamaan dengan munculnya bisnis perbankan syariah, muncul pula istilah gadai syariah, ditawarkan dan dikelola oleh bank syariah.

3. Ini, tentu saja, merupakan suatu hal yang sangat baru, karena selama ini bank tidak bertindak sebagai pegadaian.

4. Kegiatan gadai-menggadai adalah transaksi muamalat dua pihak yang sifatnya personal, tidak pernah melalui pihak perantara, seperti bank

5. Bank berurusan dg utang-piutang berbunga, dg syarat suatu agunan, tapi sifatnya berbeda dengan jaminan sebagaimana dalam gadai.

6. Nah, karena itu dicarilah cara dan trcik, agar gadai bisa dicangkokkan ke bank, dan supaya ‘tetap halal”, diberi sebutan ‘gadai syariah’

7. Gadai syariah ini, dalam praktekkan, sangat sempit, yaitu gadai atas emas. Dan disebut sebagai ‘Gadai Emas”

8. Gadai emas jadi produk bank syariah berupa fasilitas pembiayaan dengan cara memberikan utang kepada nasabah dengan jaminan emas

9. Bank syariah selanjutnya mengambil upah (ujrah) atas jasa penyimpanan/titipan atas emas tersebut berdasarkan akad ijarah (jasa)

10. Sekarang kita lihat prakteknya. Bila seseorang perlu uang maka ia akan mnggadaikan emas miliknya kepada bank syariah. Skemanya sbb:

11. a. Emas milik nasabah akan dinilai dengan harga yang berlaku saat itu, tapi tidak dinisbahkan semuanya, melainkan hanya sekitar 95%.

11. b. Dari harga taksiran yang 95% ini pihak bank akan mengabulkan gadainya dengan nilai utang (gadai) sebanyak sekitar 90%nya saja

11.c. Nasabah dikenai “biaya penitipan” meski ditetapkan secara fixed, sebenarnya ditentukan dg perhitungan % nilai pinjaman. 1-1.1%/bln

12. Alhasil, seara de facto, “gadai syariah” berbeda dengan gadai dlm arti sebenarnya, melainkan utang-piutang berbunga, dengan fixed rate

13.Emas yang digadaikan, hanyalah sbg “prasyarat” atau diperlakukan sbg agunan, sebagaimana agunan dalam utang-piutang berbunga lainnya.

14. Kalau dihitung agunan emas ini hanya dinilai 70% dr nilai sebenarnya. Sedang bunga yg dikenakan atas uang pinjaman ini skitar 12-13%/th

15. Emas itu bukan merupakan jaminan atas utang-gadai pihak si penggadai kepada pegadaian.

16. Sebab kalau emas itu diperlakukan sebagai benda gadai, maka pihak pegadaian tidak dibenarkan mengambil keuntungan dari benda gadai itu.

17. Jadi, terjadi pengmbilan manfaat atas utang. Walau disebut ujrah jasa titipan, hakikatnya hanya rekayasa hukum (hilah) untuk menutupi riba

18. Dalam gadai emas, fee untuk jasa penitipan dibebankan kepada penggadai (rahin). Seharusnya biaya itu dibebankan kpd penerima gadai

19. Lalu, kok, bisa bank syariah merancang produk semacam itu dan diberi fatwa halal? Trick-nya adalah pada pencampuradukkan dua akad muamalat

20. Gadai emas merupakan akad rangkap (uqud murakkabah, multi-akad), yaitu gabungan akad rahn dan ijarah.

21. Dari Ibnu Mas’ud RA ‘Nabi SAW melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan (shafqatain fi shafqatin)’ (HR Ahmad, Al-Musnad, I/398)

22. Lebih busuk lagi, dalam soal gadai ini, bank syariah mencampurkan akad tabarru’ yang non-komersial (rahn) dg akad komersial (ijarah)

23. Gadai-menggadai itu transaksi sosial, tolong-menolong, dua pihak sifatnya personal, tidak pernah melalui perantara, apalagi bank.

24. Jadi, bank syariah itu bukan saja bertentangan dengan syariah secara konseptual, tapi juga pada produk per produknya.

Oleh : Zaim Saidi

SEKIAN

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: