you're reading...
Uncategorized

Imam Ja’far ash-Shadiq : Guru Para Imam Mazhab

Marine Iran CommandoSejarah tak selalu berkata jujur, namun dipojok sejarah acap ditemukan serpihan mutiara yang sengaja dibalut lumpur oleh tangan-tangan yang tak menghendaki. meski sedikit cahaya, ia memantul lembut menembus indra para pencari cinta dan kebenaran.

Begitu pula 12 manusia suci yang telah diangkat Allah dan dilantik Rasul saw di Ghadhir Khum sebagai pewaris-pewaris ilmu kenabian dan penerus tugas kenabian: Imam Ali, Imam Hasan, Imam Husain, Imam Ali Zaenal, Imam Baqir, Imam shadiq, Imam Musa, Ima Ridha, Imam Jawad, Imam Hadi, Imam Hasan Askari dan Imam al Qoim (salam bagi mereka semua dengan sebanyak-banyak salam ).

Yah… tangan-tangan kekuasaan melemparkan mereka dalam sepetak ruang sejarah yang sepi, ditengah kesunyian, mutiara itu bertutur tentang kedahsyatan Islam, keagungan agama yang merentang dari Adam dan menyempurna pada kakek mereka Muhammad al Musthafa.

Syahdan disuatu ketika bertandanglah Abu Hanifah – yang kelak menjadi salah satu dari empat singa Mahzhab dalam mahzhab fiqh Ahlu Sunnah wal jama’ah- kerumah IMAM JA’FAR ash SHADIQ as lalu beliaupun bertutur kepada kita :

Abu Hanifah : “Aku meminta izin untuk berjumpa dengan imam Ja’far Ash Shadiq, tetapi ia tidak memperkenankanku”. Kebetulan datanglah rombongan orang Kuffah meminta izin, dan aku pun masuk beserta mereka. Setelah aku berada disisinya aku berkata:

Abu Hanifah : “Wahai Putra Rasulullah, alangkah baiknya jika anda menyuruh orang pergi ke kufah dan melarang penduduknya mengecam sahabat Rasulullah saw. Aku lihat disana lebih dari 10.000 orang mengecam sahabat.

Imam Ja’far : “Mereka tidak akan menerima laranganku wahai Nu’man ”

Abu hanifah : ” Siapa yang berani menolak Anda, padahal Anda Putra Rasulullah ?

Imam Ja’far : “Anda orang pertama yang tidak menerima perintahku, Anda masuk tanpa izinku. Duduk tanpa perintahku, berbicara tidak sesuai dengan pendapatku Wahai Nu’man, telah sampai padaku bahwa Anda

MENGGUNAKAN QIYAS, betulkah ?

Abu Hanifah : Benar

Imam Ja’far : Celaka anda, Hai Nu’man. Makhluk yang pertama melakukan qiyas ialah Iblis, ketika Allah menyuruh sujud kepada Adam. Lalu ia menolak dan berkata : “Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan ia dari tanah.

Hai Nu’man, mana yang LEBIH BESAR (DOSANYA) : MEMBUNUH atau BERZINA ?

Abu hanifah : Membunuh

Imam Ja’far : Tetapi mengapa Allah menetapkan dua saksi untuk pembunuhan, dan empat orang untuk zina. Adakah engkau menggunakan qiyas disitu ?

Abu Hanifah : Tidak

Imam Ja’far : Mana Yang lebih besar (najisnya) kencing atau air mani ? Abu Hanifah : Kencing

Imam Ja’far : Mengapa, untuk kencing diperintahkan wudhu, tetapi untuk mani diharuskan mandi, adakah engkau menggunakan qiyas disitu ?

Abu hanifah : Tidak

Imam Ja’far : Mana yang lebih besar : Shalat atau shaum?

Abu Hanifah : Sholat

Imam Ja’far : Tetapi mengapa wanita Haidh harus mengqodho shoumnya, tetapi tidak mengqodho sholatnya, adakah engkau menggunakan qiyas disitu ?

Abu Hanifah : Tidak

Imam Ja’far : Mana yang lebih lemah, wanita atau pria ?

Abu Hanifah : Wanita

Imam Ja’far : Mengapa Allah berikan warisan dua bagian bagi pria dan satu bagian bagi wanita. Adakah engkau juga gunakan qiyas disitu.?

Abu Hanifah : Tidak

Dialog ini kami hentikan sampai disini, diceritakan kemudian Imam Abu Hanifah BERGURU KEPADA IMAM JA’FAR ash SHADIQ khalifah ke 6 dari 12 khalifah yang ditunjuk Allah. terkenal ucapan Imam Abu Hanifah ” LAW LA SANATAN, LAHALAKA NU’MAN(Bila tidak ada dua tahun (bersama Imam Ja Ja’far) celakalah Nu’man). anda bisa membaca kisah lengkapnya dalam kitab Al Imam Ja’far ash Shadiq, karya Abdul Halim Jundi Yang diterbitkan, Penerbit Majlisul ‘Ala Mesir atau anda membaca komentar Ibnu Hajar dalam AS SAWAIQ al-MUHRIQAH, diterbitkan penerbit Maktabah al Qahirah, Kairo 1385 H

Tidak hanya Abu Hanifah saja yang berguru ilmu Islam dari Imam Ja’far Ash Shadiq as, Ibnu Hajar menceritakan kepada kita: Malik bin Anas ra (yang kelak pendiri mahzab Maliki), Yahya bin Sa’id ra, Sufyaniyun ra, Ibnu Juraih ra, Syu’bah ra dan Ayub as Sajastani ra.

Tentang gurunya ini Imam Malik ra berkata, “Aku seringkali berkunjung kerumah Imam Ash Shadiq dan selalu kudapati beleiau dalam keadaan sembahyang, atau puasa, atau membaca Al Qur’an. Tidak ada yang dilihat mata, didengar telinga, lebih utama dari Ja’far ash shadiq dalam hal keutamaannya, ilmunya, ibadahnya dan wara’nya, beliau termasuk orang yang ahli ibadah dan zahid yang agung, yang betul-betul takut kepada Allah, serta banyak mengetahui hadis-hadis Rasulullah, beliau adalah teman yang menyenagkan dalam majlis dan pergaulan. Majlisnya penuh dengan ilmu dan keberkatan.”

Kepada Imam Malik bergurulah Imam Syafi’i, kepada Imam syafi’i bergurulah Imam Hambali. Dan Kami para pecinta Ahlul Ba’it mengambil pelajaran dari Guru besar dari guru-giru yang mulia ini. Tetapi mengapa kalian mengkafirkan dan mensesatkan kami ?

Untuk mengetahui lebih banyak silahkan merujuk pada

– Abdul Halim jundi, Al imam Ja’far ash Shadiq, Penerbit Majlisul ‘ala, Kairo
– Ibnu Hajar, As Sawaiq al Muhriqah, Penerbit Maktabah al-Qahirah, Kairo, 1385 H

Wallahu a’lam bhi showab
Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad Wataqobal syaf’atuhu fi umatihi warfa’ darajatuh http://u.to/iYLBAg

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: