you're reading...
Uncategorized

Kedermawanan Batin

رُوِيَ عن عَليٍّ عليه السّلام قال: اِنَّ سَخاءَ النَّفسِ عَمّا في اَيدِي النّاسِ لَاَفضَلُ مِن سَخاءِ البَذلِ

Sleep

Diriwayatkan Imam Ali as berkata, “Kedermawanan batin terhadap apa yang dimiliki orang lain lebih utama dari memberi kepada orang lain.”

Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan hadis tersebut dan mengatakan, “Kedermawanan berarti merelakan sesuatu kepada orang lain atau memberikan sesuatu kepada orang lain. Imam Ali as dalam hal ini mengatakan soal kedermawanan jiwa yaitu kedermawanan batin, atau merelakan sesuatu yang dimiliki oleh orang lain, ini dinamakan kedermawanan. Mengapa? Karena hal itu sama dengan kedermawanan. Merelakan apa yang dimiliki orang lain dari sisi duniawi, lebih baik dari memberi sesuatu kepada orang lain dari miliknya dan kantongnya. Mengapa?”

“Jika manusia manusia memiliki kecemburuan atas apa yang dimiliki oleh orang lain, maka hal itu bermula dari tiga hal;

1. Dia berharap itu akan diberikan kepadanya. Dia akan berharap sesuatu tersebut diberikan kepadanya. Ini adalah ketamakan dan ketamakan itu termasuk di antara keburukan dalam akhlak.

2. Jika hal itu tidak diberikan, maka ketika itu muncullah harapan agar Allah Swt mengambil hal itu dari orang lain hanya karena dia tidak memilikinya.

Coba kalian perhatikan saya akan maju selangkah demi selangkah. Ini berkaitan dengan batin. Pertama berharap agar diberikan kepadanya dan ini berarti ketamakan. Tapi ternyata tidak diberikan. Maka mulailah dia berharap agar dia juga tidak punya dan agar Allah Swt mengambil darinya? Apa ini namanya kalau bukan kedengkian dan kedengkian termasuk sikap yang tercela. Perhatikan, saya maju selangkah demi selangkah. Tidak lebih dari beberapa langkah saja.

3. Tidak diberi dan hal itu juga tidak diambil dari orang itu, maka dia memutuskan untuk berupaya dengan segala macam cara untuk mendapatkannya. Apa ini artinya? Berarti dia siap melakukan segala cara, tidak peduli pada batas-batas, tidak lagi memperhatikan haram dan halal dan yang penting aku mendapatkan sepertinya. Betapa jelas sudah penjelasannya.

Oleh karena itulah Imam Ali as berkata bahwa kedermawanan terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain lebih utama dari mendermakan sesuatu kepada orang lain. Karena jika hal itu kedermawanan batin itu tidak ada maka yang muncul adalah keburukan perilaku yang tahap-tajapnya telah saya jelaskan.” (IRIB Indonesia/MZ)

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: