you're reading...
Uncategorized

Fiqih Pemula: Puasa Qadha dan Kaffarah Puasa

1. Puasa Qadha

Jika seseorang tidak berpuasa pada waktunya,maka dia harus berpuasa pada hari lain sebagai gantinya. oleh karena itu, puasa yang dikerjakan setelah habis waktunya disebut dengan puasa qadha

2. Kaffarah Puasa

Kaffarah adalah sangsi yang ditetapkan karena membatalnya puasa, yaitu:

a. Membebaskan seorang budak.

b. Berpuasa selama dua bulan, dan 31 hari dari dua bulan ini harus dilaksanakan secara berturut-turut.

c. Memberi makan 60 orang fakir miskin atau memberi satu mud (1) makanan kepada masing-masing dari mereka.

Orang yang wajib kaffarah atasnya harus melaksanakan salah satu dari tiga di atas. Akan tetapi karena budak pada zaman sekarang menurut fikih tidak dapat ditemukan, maka dia  melakukan yang kedua atau ketiga. Jika dia tidak mampu melaksanakan satu pun dari tiga di atas, hendaknya memberi makanan kepada fakir sebatas kemampuannya. Dan jika ini pun tidak mampu, hendaknya dia beristighfar. (2)

Pada beberapa hal di bawah ini, melakukan puasa qadha adalah wajib tetapi tidak ada kaffarahnya:

1. Sengaja muntah. (3)

2. Pada bulan Ramadhan lupa tidak mandi janabah lalu berpuasa selama satu hari atau beberapa hari dalam keadaan junub.

3. Pada bulan Ramadhan melakukan sesuatu yang membatalkan puasa-seperti minum air-tanpa memeriksa terlebih dahulu; apakah sudah Subuh atau belum, kemudian tahu bahwa ketika itu sudah Subuh.

4. Ada orang mengatakan bahwa belum Subuh dan atas dasar perkataannya pelaku puasa melakukan sesuatu yang membatalkan puasa, kemudian tahu bahwa ketika itu sudah Subuh.

5. Jika sengaja tidak berpuasa pada bulan Ramadhan atau sengaja membatalkannya, maka wajib melaksanakan puasa qadha dan melakukan kaffarah. (4)

Kesimpulan Pelajaran

1. Jika orang yang junub pada puasa bulan Ramadhan dan puasa qadha-sengaja tidak mandi sampai azan Subuh atau jika tugasnya adalah tayamum dan dia tidak bertayamum,maka puasanya batal.

2. Jika pada puasa bulan Ramadhan lupa sehingga tidak mandi atau tidak bertayamum,dan setelah sehari atau beberapa hari dia baru ingat,  maka dia harus meng-qadha puasa-puasanya pada hari-hari lupa itu.

3. Jika seseorang junub di siang hari dalam keadaan tidur, dia tidak wajib langsung mandi dan puasanya sah.

4. Jika orang yang junub pada malam bulan Ramadhan tahu bahwa kalau dia tidur tidak bisa bangun sebelum Subuh untuk mandi,maka dia tidak boleh tidur, jika dia tidur dan tidak bisa bangun,maka puasanya batal.

5. Mencium tumbuhan yang wangi dan membasahi pakaian yang dipakainya dalam keadan berpuasa adalah makruh.

6. Puasa setelah habis waktunya disebut dengan puasa qadha dan sangsi karena membatalkan puasa disebut dengan kaffarah.

7. Orang yang wajib melakukan kaffarah, harus memerdekakan budak,atau puasa selama dua bulan atau memberi makan kepada 60 orang fakir.

8. Jika sengaja muntah atau pada bulan Ramadhan lupa tidak mandi dan berpuasa sehari atau beberapa hari tanpa mandi, maka harus meng-qadha puasa-puasanya pada hari-hari itu, akan tetapi tanpa kaffarah.

9. Jika seseorang makan tanpa memeriksa terlebih dahulu kemudian tahu bahwa dia makan ketika Subuh sudah tiba, maka puasanya batal dan harus meng-qadha-nya tetapi tanpa kaffarah.

10. Jika sengaja tidak berpuasa Ramadhan, maka selain harus meng-qadha puasa juga harus menunaikan kaffarah.

(IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

Catatan:

(1). Ukuran 750 gram gandum atau beras dan semacamnya yang diberikan kepada orang fakir miskin; Taudhih Al-Masail, masalah 1703.
(2). Ibid, masalah 1660-1661.
(3). Araki: Berdasarkan ihtiyath wajib membayar kaffarah juga, masalah 1691. Khu’i-Golpaigani: Kaffarah juga wajib.
(4). Muntah dan tertidurnya orang yang junub untuk mandi memiliki hukum yang lain, (rujuklah ke Taudhih Al-Masail, masalah 1658).

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: