you're reading...
Uncategorized

Mazhab Para Sahabat Nabi saww.

Itulah topik yang saya pilih (Islam Hakiki) disaat menyampaikan ceramah di Masjid saudara kita Ahlussunah di kota Sanfransisco, AS. Mereka yang menghadiri ceramah itu keluar dengan puas setelah terjadi diskusi terbuka dan terarah.

Salah seorang mahasiswa bergelar Doktor dalam diskusi itu mengatakan, Bagaimana mungkin apa yang ada pada Syiah diyakini sebagai Islam Hakiki, padahal yang dikenal malah sebaliknya, yaitu Ahlussunah wal Jamaah sebagai Firqah Najiyyah ( kelompok yang selamat ) yang berpegang pada al-Qur’an dan Sunnah sekaligus. Sedangkan selain mereka adalah firqah sesat. 

Dengan tenang saya menjawab dan mengarahkan pembicaraan kepada semua yang hadir :

Wahai saudaraku, saya bersumpah atas kebenaran, seandainya saya menemukan satu kelompok dari Ahlussunnah atau selainnya yang praktik ibadahnya mengikuti mazhab yang dinisbatkan kepada ABU BAKAR, niscaya saya akan mengucapkan : SELAMAT !
Sesungguhnya ABU BAKAR adalah sahabat besar yg termasuk generasi terdahulu dan pertama masuk Islam, jika tidak kita sebut yang pertama dari mereka. Dia adalah sahabat Rasulullah pada saat hijrah. Dia bersama Rasulullah saaw bersembunyi di goa pada saat hendak hijrah. Dia juga sebagai Khalifah pertama dari Khulafa ar-Rasyidin. Dgn demikian saya merasa puas dan saya termasuk firqah tsb.

Dan seandainya saya menemukan bahwa ada firqah dari Ahlussunah yang praktik aqidahnya dinisbatkan kepada mazhab UMAR BIN KHATAB, niscaya saya akan mengucapkan : SELAMAT !
Sesungguhnya UMAR BIN KHATAB adalah sahabat besar. Dialah al-Faruq, yang memisahkan antara haq dan batil. Dialah yang karenanya Allah memuliakan Islam. Dan dia juga termasuk generasi terdahulu dan pertama, dan dia sebagai khalifah kedua. Dengan demikian saya akan mengikutinya.

Dan seandainya saya mendapatkan bhw ada firqah dari Ahlussunnah yang mengikuti suatu Mazhab yang dinisbatkan pada UTSMAN BIN AFFAN dan bertaqlid padanya baik dalam ushul maupun furu’, niscaya saya akan mengatakan : SELAMAT !
Sesungguhnya UTSMAN BIN AFFAN termasuk generasi terdahulu dan pertama. Dialah Dzun Nurain pemilik dua cahaya yang malaikat malu padanya, dialah khalifah ketiga. Dan dia pula pelopor penghimpunan al-Qur’an. Kalau begitu saya puas dan termasuk pengikutnya.

Akan tetapi tidak ada satupun saya menemukan firqah dari Ahlussunah dan tidak pula selainnya yang mendakwakan penisbatan kepada suatu Mazhab yang kembali pada salah satu dari ketiga Khalifah tersebut.?

Sebaliknya, di sana hanya ada satu firqah yang saya temukan, yang praktik ibadahnya mengikuti Mazhab yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib, yaitu firqah Syiah Imamiyah.

Adapun selain mereka yakni Ahlussunah bertaqlid pada salah satu dari 4 Mazhab : ABU HANIFAH, MALIK, AS-SYAFI’I dan AHMAD BIN HANBAL. Sedangkan mereka dengan kemampuannya, keluasan ilmunya, kezuhudan dan wara’nya, tidak pernah bertemu, melihat dan bersahabat dengan Rasulullah. Bahkan mereka semua hidup setelah timbul fitnah besar ( al-Fitnatul Kubra ) yang mana kegelapan menutupi jubahnya. Sehingga berdampak pada hasil kerjanya.

Meskipun kita menutup mata terhadap figur Imam Ali bin Abi Thalib as dan tidak mengakui kemuliaan dan keutamaan yang dimilikinya, namun sabahat besar Rasulullah yang terdahulu dan pertama memeluk Islam ini dan yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk Rasulullah saaw akan tetap eksis.

Saya bersumpah dengan nama Allah kepada anda semua seandainya anda meninggalkan sikap fanatisme dan menggunakan akal, berarti anda telah membuat ridha Tuhan anda.

Sekarang saya ingin bertanya, siapa gerangan yang paling layak untuk diikuti dan diteladani ?

Dengan serta merta mayoritas hadirin berteriak, “IMAM ALI yang paling layak untuk kami ikuti … !

Oleh : Dr. Tijani As-Samawi  — with Dewa Langit.
Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

One thought on “Mazhab Para Sahabat Nabi saww.

  1. From: tasripin adiwijaya
    Date: 2012/2/1
    Subject: Re: Tanggapan Tulisan ttg Syiah pada ISLAMINA Republika 19 Jan 2012
    To: Johar Arief
    Waalaikumsalam Wr. Wb.
    Apapun jawaban dari Redaksi, mohon dapat disampaikan, karena saya ingin
    mengetahui, apalagi bila bisa disampaikan ke Lima Penulis, khususnya yang
    dari Malaysia, dimana begitu bangganya dengan merujuk tentang Islam tapi
    disertasinya dari Cambridge University, benar-benar menganggap Al Quran
    tidak memadai untuk melihat para pelaku Sejarah Islam dari pasca Rosul
    Wafat?.
    Syukron Wassalam
    Abu Ghifari
    2012/1/31 Johar Arief
    > Assalamualaikum Wr Wb
    > Kepada Yth Bpk Taspirin
    > Email Bapak telah saya teruskan ke redaksi *Koran Republika*. Semula saya
    > pikir email Bapak dialamatkan ke redaksi *Republika Online*. Mohon atas
    > kesalahpahaman kami.
    > Wassalam
    > Johar Arief
    > Redaksi *Republika Online

    Kepada Yth : Dewan Redaksi Koran Republika
    Di
    Tempat.
    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Menanggapi para Penulis di Islamina di Republika tanggal 19 Januari 2012, maka akan saya kemukakan sesuatu yang menjadi bahan renungan setiap saat dan jangan sekali-kali dituduhkan kepada Para Ulama Syiah, karena apa yang saya tulis sebagai hasil kesimpulan dari pemikiran setelah melalui proses pembelajaran lintas mazhab (Asal dari ortu Ahli Sunnah Waljamah – Ngaji di Muhamadiyah Menteng – Baca Literatul Islam Darul Arqam – Literatur DI/TII – bergaul dengan orang-orang LDII dll. – Baca Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd Al-Quran terjemahan A. Hasan,PERSIS) dan terakhir dengan Islam ala Isa Bugis sebelum hujjahnya dipatahkan oleh Mazhab Ahlul Bayt, maka sebagai preambule akan kami kutipan dari beberapa sumber agar mempermudah pemahaman; hal ini saya sajikan sebagai pembuktian, ketika saya bergabung dengan Kelompok Islam ala Isa Bugis, dinyatakan bahwa trouble maker dalam Islam adalah Muawiyah. Oleh karena itu setelah dapat beberapa informasi dari berbagai buku-buku yang saya beli, maka cuplikan yang berkesan dalam Mind-Set saya adalah yang saya cuplikan dibawah ini, sehingga saya bisa menyimpulkan Kelompok Islam hanya pada 2 (dua) kelompok saja dan diurai setelah membaca untaian kata dibawah ini yaitu,
    SUARA KEADILAN, SOSOK AGUNG ALI BIN ABI THALIB R.A oleh GEORGE JORDAC (seorang Kristen).
    Cuplikan dari butir 6, Hal 111,……Bukti lain dari kemerdekaan penuh yang diberikan Ali kepada rakyat adalah dengan banyaknya orang Hijaz dan Irak yang kabur dan bergabung dengan Muawiyah, namun ia tidak mencegah mereka, juga tidak memata-matai mereka. Mereka orang merdeka di mata Ali dan bebas mengambil jalan kehidupan yang mereka suka.
    Bila seseorang mengambil jalan yang benar maka hal itu baik adanya, tapi bila ia bertindak sebaliknya maka jalan ke Damskus terbuka untuknya dan Muawiyah pun menunggu orang semacam itu dengan sarana kekayaannya. Oleh karena itu, tatkala SAHL bin HANIF ANSHARI, yang menjabat gubernur Madinah, memberi tahu Ali bahwa beberapa orang telah menyeberang ke Muawiyah, Amirul Mukminin mengirim surat balasan, ”SAYA TAHU BAHWA BEBERAPA ORANG DI DAERAHMU SECARA RAHASIA BERGABUNG DENGAN MUAWIYAH. KAMU TAK USAH KHAWATIR ATAS MEREKA DAN ATAS HILANGNYA DUKUNGAN MEREKA. CUKUPLAH KESEDIHAN KAMU. MEREKA MELARIKAN DIRI DARI KEBENARAN DAN BIMBINGAN KE ARAH KEBODOHAN DAN KESESATAN. MEREKA GILA DUNIA. MEREKA MENGETAHUI, MELIHAT, MENDENGAR, DAN MEMPELAJARI KEADILAN. MEREKA AMAT MENGETAHUI BAHWA KITA BERLAKU ADIL DALAM MASALAH HAK. KARENA ALASAN INILAH MEREKA MELARIKAN DIRI KE TEMPAT YANG PENUH DISKRIMINASI. DEMI ALLAH, MEREKA TIDAK LARI DARI KETIDAKADILAN MENUJU KEADILAN. MUDAH MUDAHAN ALLAH MEMUTUSKAN SEGALA KESUKARAN YANG BERKAITAN DENGAN MASALAH INI DAN MELANCARKAN SEGALA URUSAN KITA………..”
    Dari uraian diatas dan dengan pembuktian lapangan ditambah pengalaman hidup sambil mengamati atau mempelajari melalui beberapa buku bacaan yang terkait Sejarah dan diilhami dari perenungan khusus dari macam kitab yang ada di Kristen (Nashoro), yaitu :
    1. Kitab Markus,
    2. Kitab Lukas,
    3. Kitab Matius,
    4. Kitab Yahya dan
    5. Kitab Barnabas, namun tidak diterima oleh mayoritas umat Kristen, kemudian ada keinginan saya untuk membaca kitab Barnabas ketika ditemui di salah satu toko buku (Lupa namanya) dan akupun membelinya dan cukup kaget ternyata Nabi Isa tetap disebut sebagai Nabi dan Allah sebagai Tuhan disebut dalam kitab itu.
    Tiba-tiba aku teringat kepada jumlah mazhab fikih di Islam yang ada 4 (empat) Mazhab yang diakui mayoritas tetapi tidak pernah disebut tentang Mazhab Ja’fari kecuali setelah Revolusi Republik Islam Iran tahun 1979, sehingga dalam hatiku yang paling dalam terbersit ucapan awas-awas yang mendekati kebenaran adalah Fikih Ja’fari, maka uraiannya menjadi sebagai berikut,
    1. Fikih Maliki,
    2. Fikih Hanafi,
    3. Fikih Syafe’I,
    4. Fiki Hanbali, dan yang ke 5 adalah Fikih Ja’fari. (Dari pencaharian akhirnya kudapatkan buku Fikih tersebut).
    Selain itu dari peristiwa diatas, maka dalam kenyataannya Islam setelah Pasca Imam Ali dan Imam Hasan terbunuh dan kekhalifahan diambil alih oleh Muawiyah, sehingga umat Islam terpecah menjadi :
    1. Kelompok Syiah Muawiyah (Suni), terbagi kedalam Mazhab :
    (i) Imam Maliki.
    (ii) Imam Hanafi.
    (iii) Imam Syafei.
    (iv) Imam Hambali.
    (v) Kelompok Sempalan Suni (Termasuk didalamnya Ahmadiyah).
    2. Kelompok Syiah Ali (Syiah).
    (i) Syiah Gulat (Syiah yang nyimpang, Ali sbg Tuhan).
    (ii) Syiah Zaidiyah (12 Imam, termasuk didalamnya Abubakar, Umar, Usman dan Ali).
    (iii) Syiah Ismailiyah (7 Imam).
    (iv) Syiah 12 Imam (dari Ali s/d Mahdi as.)
    (v) Kelompok Sempalan Syiah (Syiah Qaromatiah, yang pernah
    Mencuri Hazarul Aswad, tapi ketahuan dan dikembalikan ketempat asalnya)
    Tahukah kawan, kenapa Fikih Ja’fari bisa menulis secara rinci, karena beliau berangkat dewasa ketika pemerintahan Bani Umayyah sudah menuju lubang kuburan yang dihancurkan oleh kelompok Bani Abassiyah (132 – 656 H) yang masih terkait kekeluargaan dengan Rosul (Saudara sepupu dengan Abas), namun secara politis tetap masih dibawah pantauan Kerajaan. Dan, pada akhirnya juga beliau harus mati diracun oleh Mansur Al-Dawaliki (ketika Kerajaan dipegang oleh Khalifah Al-Mansyur) Hal ini harusnya sudah menjadi bahan evaluasi untuk yang mulia para penulis tentang Syiah.
    Sekarang saya juga tanya, mungkinkah didalam mengajarkan Sholat Rosul tidak konsisten alias mencla mencle?, Contoh sederhana 2 (dua) murid Imam Ja’far, Yaitu : Maliki (Dikenal dengan Mazhab Maliki) dan Hanafi (Dikenal dengan Mazhab Hanafi). Nah! Cara sholat Maliki dan Jafari adalah Irsal (tangannya lurus), sementara Sholat Hanafi takatuf (Dilipat didada), argumentasi apa yang bisa ditanggapi untuk masalah ini?. Tahukah siapa Ja’far adalah Ja’far bin Baqir bin Zainal Abidin bin Ali bin Abi Thalib (Jadi cicit ke 5 dari Rosul), apakah mereka itu figure fiktif? Anjing yang mengikuti Ashabul Kahfi aja dijamin ke Surga, apatah kami mau mengikuti keluarga Rosul saja, akan ke Nerakakah kami?. Bagiku ini jelas ada interfensi kerajaan, dimana para ulama dibawah kontrol Pemerintah dan keinginan mereka untuk tampil beda dengan sunnah yang sebenarnya, walaupun Maliki tetap irsal. Bisa saja inisiatif sendiri (Untuk Hanafi ada back-ground yang lain?) dan disyahkan oleh Penguasa agar bisa memberikan kepuasan kepada yang melimpahi rizki (Money Politic pastilah berperan, atau ancaman dengan kekerasan pen.) padanya.
    Jangankan untuk menyelewengkan Hadist Rosul untuk memegal Leher Cucu yang Rosul sayangi saja mereka berani, apatah susahnya untuk membuat hadist yang palsu. Siapa lagi yang bisa control kecuali dirinya dan hati sanubari yang mungkin keluar adalah Tabiat (egonya/hawahu) atau Fitrahnya?. Tergantung judgment akal kemana jatuhnya (memilihnya).
    Kenapa saya punya pikiran seperti itu, karena mendapat ilham dari sejarah terjadinya pengusiran Adam – Hawa harus turun ke Bumi. Ketika Hawa mendekati Pohon-Larangan, Allah mengingatkan para malaikat, agar mereka tidak mengganggu kemauan Hawa, karena Aku telah memberikan padanya sebuah akal. Ketika tidak terjadi apa-apa, maka diapun menegaskan hal ini kepada Adam, bahwa tidak terjadi apa-apa ketika dia mendekati Pohon Larangan tersebut. Namun, apa yang terjadi ketika keduanya mendekati Pohon tsb, maka segeralah keduanya menjadi Nudis dan segera ngumpet dipepohonan yang rimbun untuk menutupi auratnya, nah dari cerita ini cukup bahwa apapun adalah sesuai pilihannya dan Allah SWT sudah memberikan akal dan ini harus dioptimalkan dalam memahami Nash, Sunnah dan Fakta Lapangan dan boleh buktikan Akal – Sunnah dan al Qur’an tak pernah saling berlawanan, malah akan saling menguatkan. Untuk yang ghaib tinggal sa’mina wa atha’na atau sami’na wa asoyna (tak mau tahu alias masa bodoh).
    Pertanyaannya sederhana saja sih
    “Bila mereka tidak berhak duduk dibangku pemerintahan untuk memimpin Umat Islam, kenapa sih mereka harus diracun dan dibunuh, apakah memang mereka pengedar narkoba atau guru-guru kejahatan? Atau ahlak mereka rusak menjadi pengganggu masyarakat Umum ?”
    Kalimat-kalimat yang menyebutkan selalu mengecam kepada Para Sahabat. Ini terlalu di generalisir, kalau kepada keluarga Bani Umayyah diberikan pengecaman, saya akui yah benar adanya, tapi kalau kepada 3 (tiga) Khalifah, ratusan buku yang saya baca belum pernah ada. Adapun tentang dibakarnya ratusan hadis atas perintah Abubakar dan Umar, ucapannya tidak dengan kecaman, selayaknya tulisan informasi saja. Hanya bagi kami yang membacanya, dimana al Qur’an sudah ada jaminan dari Allah akan dilindungi dari intervensi manusia, dan pasti Kalimat Allah dan Kalimat ucapan Rosul, berbeda (apalagi dituduhkan selain Quran, bukan wahyu). Seperti Abduh ketika mensyarah Nahjul – Balaghah, beliau memastikan bahwa itu benar ditulis oleh Ali bin Abi Thalib karena untaian kata-katanya merupakan second level from al-Qur’an.
    Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana perasaan para Penulis ketika Husein terpenggal lehernya oleh orang Muslim (?), haruskah bersikap membiarkan tanpa empati kepada penderitaannya? Bukankah beliau ini cucu yang paling disayangi Rosul, sampai Rosul melamakan sujudnya hanya karena ada cucunya diatas punggungnya. Apalagi dengan selogan kalian juga selalu katakan kalian juga sayang kepadanya, apa bukti nyatanya. Pernahkah kalian berurai mata ketika namanya disebut dan jawablah secara jujur?. Dan, tahukah kalian amalan apa yang beliau lakukan atas pelajaran Nubuwah yang selalu menaungi mereka (Hasan dan Husein), bila tidak ada, beranikah kalian memunculkan pertanyaan kenapa harus terjadi seperti itu, dan apa yang melantarinya.
    Kalaulah keyakinan yang dipegang oleh para penulis adalah al-Haq, maka akan saya tanyakan, yaitu :
    Aku ingin tahu bagaimana penalaran terhadap Al Baqarah 24 dan Luqman 13, pertanyaan yang mudah kita utarakan adalah :
    Apakah Ibrahim setelah jadi Nabi, Rosul dan terakhir jadi Imam?, Apa pertanyaan Ibrahim kepada Tuhan? Dan Apa jawaban Tuhan kepada Ibrahim? Dan sekarang tanyalah kepada diri sendiri, apakah Rosul sebagai Imam? Apakah beliau Pimpinan Politis dan merangkap Pimpinan Agama?.

    Dan yang saya uraikan secara rinci atas dasar pemahaman yang saya peroleh ketika melakukan Lintas Mazhab dan nyemplung di Islam ala Isa Bugis, dimana kelompok beliau telah memberikan 4 (Empat) Jilid Tata Bahasa al Qur’an (Beliau menghindari mempergunakan kata Arab, karena kaidah al Arobu assaddu kufron wa nifaqo, bangsa Arab itu benar-benar sangat kafir dan munafik dan dilalahnya didukung sejak Khalifah zurriyat Muawiyah – Abbassiyah dan sampai saat ini bila rajin membuka Google dan siapa yang mengharamkan menghujat Israel dan haram membantu Palestina, ini bukan fitnah tapi NYATA(dan jangan pula ditaksir kepada Arab Gunung, arab kota tapi dibelakang Rosul menohok, nilainya kan jadi sama, kota maupun desa), dan sekarang bagaimana? ini sebagai hujjah nyata, begitu mudahnya memancung TKW yang telah membunuh majikannya, tidakkah dikaji secara pshiologis seorang wanita berani membunuh seorang majikan laki ataupun wanita, kalau dituduhkan akan merampok tak mungkinlah karena rumahnya sangat tertutup dari interaksi dengan lingkungan percis kaya etnis tertentu di Indonesia?, atau sesuatu yang lain yang tak mungkin diurai disini, tapi untuk Wanita pasti sudah melakukan penyiksaan yang melebihi ukuran kejahatan seorang manusia, karena TKW ini tidak lebih dari seorang Budak dan hadistnya ada yang diucapkan Muawiyah tapi bukan dari Rosul).

    Renungkan kata “ahdi dhalimiin”, bukankah ini “Dholimiin” isim fail dan “ahdi dhalimiin” Mudhofun, Mudhofun Illaih, atau kata pelaku, kata majemuk dan jamak?, orang-orang yang melakukan kedhaliman” Apa definisi kata dhalim?, Lihatlah Surat Luqman 13, “Inna Sirkun ladzulmun adzim”,
    “ Sesungguhnya kemusrikan adalah kedhaliman yang sangat luarbiasa “ (Pakai “La, taukid dan adzim = luar bisa”). Jadi kalau dirangkai satu dengan lainnya, kesimpulan apa yang para penulis yakini dan apalagi salah satu Penulis dengan bangga merujuk kepada disertasi DOKTOR Lulusan Cambridge University dan pasti lokasinya kan di London, apakah begitu yakinnya mereka adalah pencinta Al-Qur’an dan al Hadist, sementara dua ayat diatas sudah terlalu jelas, apakah nilai Al Qur’an lebih rendah dari DOKTOR tsb. Ingat jangan pakai emosi, saya akan buktikan Al Qaeda dan Perusuh-perusuh ditubuh Islam itu dan siapa mereka dan kenapa bisa seperti itu. Berhujjahlah secara Intelektual dan jangan merengek kepada kekuasaan karena jangan terjadi hasil Konsili Nicea akan terulang ditubuh Islam, maukah seperti itu dan tahukah resikonya? Bagi kami kematian adalah mempercepat kepenatan dan nyesaknya nafas atas prilaku Islam yang tidak Islami (Al Quranni) di dunia maupun pada saat Imam Husein terbantai secara mengenaskan, bagaimana kedudukan an Nisa 59 dan 93.

    a) An – Nisa 59:
    – Taati Allah, (Allah Maha Kudus, Maha Suci, pen).
    – Taati Rosul, (Rosul maksum, lihat al Azhab 33, pen.).
    – Dan taati Ulil amri minkum (Pemimpin diantara kalian, nah! Disini akal sehat dan logika harus nalar secara cerdas dan cermat.Yang menjadi bahan pertanyaan saya, apakah Allah dan Rosul akan memerintahkan Umatnya tunduk/sujud kepada Pemimpin yang melakukan kejahatan kepada Keluarga Rosul?), apabila tidak mungkin, berarti perintah Tuhan ini untuk sementara harus istirahat dulu, karena bukti lapangan tidak mendukung, alias tak ada buktinya dan jangan sekali kali berdalih Pemimpin Politik dan Agama harus berbeda, kecuali didefinisikan oleh ego/hawahu. Untuk kelompok mayoritas, saya jawab pas, tapi untuk kelompok minoritas surat dan ayat ini masih exist, kenapa?. Karena nun jauh disana ketika pembantaian terhadap Imam Husein, sehingga kepalanya terlepas dari badannya, tergeletak sesosok tubuh, didalam tenda bekas terbakar, yang sangat lemah karena sakit kerasnya dan Imam Husein sudah wanti-wanti kepada adiknya Zainab jangan biarkan anaknya membalas kematian ayahnya, karena secara syariat dia dibebaskan (ruhshah). Yang berarti Pemimpin Syariat masih ada (Imam Zainal Abidin, ciicit kedua dari Rosul), walau secara de facto tidak memegang kendali kekuasaan. Dan, ingat kalau masih ngotot untuk membenarkan silaknatullah Yajid sebagai Pemimpin, maka berarti tamsil dibawah ini akan berlaku (Maaf ini hujahku, tidak dari siapapun. Kecuali aku dapatkan ketika aku beragumentasi via internet pada hari kamis, tanggalnya lupa, jam 15.00, ketika itu aku sedang syaum hari Kamis dan sedang menunggu rekan-rekanku lulusan dari Qum membantuku untuk berdebat dengan Kelompok al Baynat, tapi tak kunjung datang).
    “ Ketika Adam diciptakan, Syeitan diperintahkan untuk sujud kepada Adam dan ketika Imam Husein terbantai, Tuhan perintahkan kepada Bani Adam untuk tunduk/sujud kepada Syeitan ”. Mungkinkah demikian?, tidak mungkin kan? Dan apa solusinya?.
    Secara tidak langsung aku menemukan jawabannya dan itu adalah jalan keluarnya dan aku temukan di buku “Nihal wa Mihal, ini sekitar tahun 1980, tapi pengarangnya lupa, bukunya sedang saya cari lagi”, ada seorang Imam (Non Ahlul Bayt) yang diangkat oleh Bani Umayyah/Bani Abassiyah?, memberikan solusi seperti dibawah ini :
    “Pemimpin adalah seseorang yang telah mengalahkan musuhnya (Imam Huseinkah?) dengan pedangnya, apakah dia (Pemimpin) seorang Fasik ataupun Mukmin (?) ”. Nah, mungkinkah statement ini bisa memvalidkan surat dan ayat tsb. atau mengistirahatkan Surat dan ayat yang disebutkan diatas, dan ingatlah tulisan ini tidak dikutip dari tulisan para Ulama Syiah, carilah dari ribuan tulisan para Ulama Syiah, maka statemen ini tidak akan pernah bisa diketemukan, karena ini saya dapatkan melalui pencarian dan lahir dari sebuah kesimpulan dan tentunya saya pribadi harus berani mengambil resiko, kenapa karena di Yaumul Qiyamah akan ada pengadilan yang terdiri dari 2 (dua bagian):
    – Pengadilan Perorangan, dan
    – Pengadilan Kelompok.“
    b) Uraian diatas cukup jelas dan ditambah dengan Surat dan Ayat An Nisa 93, renungkanlah dengan sedalam-dalamnya ”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah jahanam, kekal dia di dalamnya dan Allah murka atasnya dan melaknatnya, serta menyediakan baginya azab yang berat”. Akankah kalian bertahan bahwa Khalifah Bani Umayyah dan Abasiyah (Masihkah, kita bangga atau nyaman berada pada lintasan sejarah, Sajarotun zakum, keluarga yang membuat pahitnya zuriyat Rosul, Bani Umayyah dan Bani Abassiyah), adalah Pemimpin yang diperintahkan dalam An-Nisa 59? dan bagaimana posisi keluarga Rosul dari Ali s/d Mahdi?, adakah mereka ini Legendaris yang tidak ada dalam Dunia nyata?, adakah kejujuran kalian dan dimana rasa empati ataupun bukti kasih sayang kalian, kalau saja zuriyat Rosul tidak kalian kenal?.

    Ayat ini mau dikemanakan kalau kita masih berpegang kepada sejarah yang sudah dibelokkan, bukankah isi sejarah akan dibelokkan oleh Penguasa Pemenang untuk mengamankan posisinya, itu sudah lumrah dan kalimat itu bisa juga dibalikkan kepada sejarah Ahlul Bayt, tapi pakta lapangan dan penulis-penulis yang siqoh tetap mendukungnya info apa adanya. Kalau ayat ini sudah jelas argumentasi apa lagi yang harus dikemukakan.

    Temuan lainnya yang saya sendiri dibuat kaget, kenapa? Karena waktu membaca Sejarah Ahlul Bayt tentang 14 Maksumim, saya coba membaca masing-masingnya secara rinci. Namun, ketika pamanku memberikan daftar Khalifah Umat Islam (Suni) dengan mengindikasikan periode Hidupnya Para Imam (Dalam Periode Umayyah dan Abasiyyah), ternyata jumlahnya juga 14 Khalifah tidak kurang dan tidak lebih dan semuanya dari Bani Umayyah (Apakah ini kebetulan?). Kenapa, karena bani Umayyah adalah mantan musuh berat Rosul dan menyerahnya Abu Sofyan pada Futuh Mekah apakah ikhlas atau terpaksa dan bila para penulis tahu apa sepak terjangnya mereka masing-masingnya terhadap keluarga Rosul, apa yang akan disimpulkan. Akankah kalian mengucapkan itukan masa lalu dan kita harus hidup ke masa depan, serahkan saja kepada Pengadilan Allah SWT, yang pasti adil. Kalau jawaban seperti itu, maka sederhana saja biarkan juga setiap insan dibumi ini, bila mereka ingin mendalami apa yang terjadi dimasa lalu agar berjalan kedepannya tidak salah jalan atau on the right and proper track. Dan semua ini sudah ditayangkan secara jelas dan transfaran sekali di dunia nyata ini, pelajaran dari Afganistan, Sudan, Irak, Iran dan baru-baru ini Mesir, Tunisia, Siria, Yaman, Bahrein, Libia dan kita akan lihat kemana arah mereka terhadap Islam ini, adakah ketangguhan yang sudah dinyatakan oleh Allah SWT, Islam ya’lu wa la yu’la alaih dan kamu adalah Umat yang terbaik dipermukaan bumi ini (Bom bunuh diri di pasar-pasar Syiah, ditempat ziarah kaum Syiah, diriungan polisi Irak atau Afganistan, bom mesjid Syiah di Pakistan atau India, Bom Bali, Bom Mariot, Bom Jl Kuningan, Penghancuran pesantren Syiah di Sampang, Pesantren Syiah di Purwokerto Pesantren Syiah di Bangil dan bedakan dengan Hizbullah bom Jeep menghabiskan Marinir non Muslim sebanyak 243 di Libanon hanya dengan satu orang?, mana yang lebih bernilai ditinjau dari segi taktic dan strategy peperangan). Dan dikemanakan juga ayat ” Latup siduuna fir ardi, janganlah kalian merusak dibumi? ”, ”Janganlah kalian bunuh manusia tanpa hak (tak bersenjata, orang tua renta, bayi, anak-anak kecil, tempat tinggal, tanaman, kebun, apalagi Mushola dan Mesjid, apalagi pasar, tempat ziarah yang hak makam para wali, pejuang-pejuang Islam yang istiqomah dalam membela agamanya).”
    Dan Pemimpin diantara yang dipilih dari kalian (mungkinkah Pemimpin disini dhalim dan seluruh zuriyat Muawiyah sejak sebelum dihancurkan oleh Bani Abassiyah yang bertahta sampai mencapai 14 khalifah adalah menjadi pembunuh dari keluarga Rosul) ”, tapi tetap Abasiyahpun masih membatasi gerak-gerik keluarga Rosul, malah rencana untuk menghabisinya tidak pernah pudar dengan segala cara.
    Untuk mematahkan pola pikir diatas, maka keluarlah penafsiran Rosul Maksum hanya ketika menerima wahyu saja, artinya kalau terkait dengan kegiatan sehari-hari bisa saja salah, karena toh di Qur’an sudah disitir bahwa Muhammad saw adalah manusia seperti lainnya juga.
    Dan bagiku cukup dengan modal 10 Surat ( At-Taubah 122, Al-Ahzab 33, Al-Baqarah 124, Luqman 13, Asy-Syura 23, Al-Maidah 67, An Nisa 59, An Nisa 93, Al Ma’arij 1 – 3, Ath-Thaha 82) dan tidak perlu disalahkan atau dituduhkan kepada para Ulama Syiah, karena di Qur’an juga telah memberikan Info, pada saat berhadapan dengan Neraka, mereka saling mengecam kepada para pendahulunya dan Allah malah tetap memberikan tambahan siksaan yang sama antara pendahulu dan pelanjutnya. Insya Allah dengan 10 (Surat) dan memang hanya ini yang mampu merubah Mind-Set saya yang lahir dari Keluarga Ahli Sunnah Waljamah dan saya hanya mampu mengajak Paman, Ayah dan anak-anak saya sendiri, sementara Istri dan Uwak dari Ayah tetap masih menganggap Syiah hanya suatu Mazhab saja, tapi dalam Qunutku pada setiap tahajudku aku doakan dengan untaian kata Allahumag firli fulan bin fulan > dari 40 orang terdiri dari Guru, Ulama, keluarga dari ayah dan ibu teman yang pernah mendhalimiku, teman-teman dekatku walau mereka masih Suni, bagiku tak menjadi masalah, karena ini yang diajarkan oleh seluruh untaian keluarga Rosul).
    Hatta hujatan kepada Syiah akan terjadi diseluruh dunia, maka aku tak akan pernah takut walau nyawapun harus lepas dari Jasadku, karena pemilik Agama adalah Allah SWT dan aku yakin akan ADALAHNya (Keadilan Allah SWT).
    Aku tegaskan disini kalau kalian masih berguru kepada Ibnu Taiymiah, maka percayalah bahwa perasaan empati kepada keluarga Rosul akan sirna bagaikan cahaya matahari ditelan oleh tibanya malam. Bukankah Makam Rosulpun bisa lenyap kalau saja Umat Islam yang diwakili oleh PBNU (?) menyampaikan Protes ke Penguasa Saudi Arabia, mereka punya alasan untuk menghilangkan situs-situs yang akan mengundang Kemusyrikan Umat Islam (Menurut Mereka?), tapi bila kita mendalami dari Ulama-Ulama yang siqoh (Konsisten dengan agamanya) ga mungkinlah Tuhan akan dipersonifikan kepada Rosul (Naudzubillah min dzalik dari perbuatan itu), namun tawasul dan tabaruk kepada mereka hanyalah sebagai manifestasi tahu diri siapa kita yang banyak bergelimang dosa, sementara mereka adalah contoh-contoh manusia kamil yang ada dipermukaan Bumi ini dan sekaligus yang akan menerima warisan dari Tuhan, makanya kemunculan Mahdi bukan berita main-main. Karena janji Tuhan bahwa Bumi akan diwariskan kepada Para Mukmin belum terlihat jelas, hati-hati yang masih tertutup oleh Ego/Nafsu, sementara bagiku bahwa kekuasaan yang lalu selama 700 Tahun, belum memenuhi kriteria Tuhan Semesta Alam ini, ini persepsiku dan boleh beda dengan keyakinan kalian, yang penting adakah Umur kita masih melekat dalam jasad kita untuk melihat Kebenaran yang Allah SWT informasikan ini. Wallahu a’lam.
    Kenapa karena dia (Ibnu Taimiyah) Asyobiahnya adalah Bani Umayyah dan akan saya kemukakan apa yang saya temui dalam perjalanan dari tahun 1978-1996 dan sampai saat ini dan saya rangkum temuan saya (Mirror Triangle Format) ketika masih punya ada kesan-kesan ketika berada di Islam ala Isa Bugis, kalau tulisan ini memungkinkan. Dan bukan dari Mazhab Ahlul Bayt dan keluar dari alam pikiran secara mengalir bagaikan sungai meniti alurnya.
    Segitiga Putih diisi oleh Keluarga Bani Hasyim dengan Jumlahnya 14 Maksumim versus Segitiga Hitam diisi oleh Keluarga Bani Umayyah sebanyak 14 Dhalimin.
    Sedikit keberatan saya bila Rosul dianggap seperti diatas, maka bila untuk kegiatan sehari-hari beliau pernah melakukan kesalahan dan ditiru oleh manusia dan kebetulan dia tidak ketemu lagi dengan Rosul karena satu hal atau lainnya, maka dia akan berpola kepada contoh yang salah dan ini Tuhan tidak adil (dan tak mungkinlah hal ini terjadi pada diriNya). Adapun sebagai manusia biasa, maka saya tegaskan secara jasadiyah beliau sama dengan Hitler, Mao Ze dong, Musolini, Deng Sao Ping, Cep Gorba (Orang Sunda x), Che Guevara (Cak Guavarah, Maduraan x yeh), Fidel Castro, Darwin (Yang menciptakan monyet jadi manusia), Karl Max, Freud, saya ambil orang-orang Atheis sebagai contoh. Apanya yang sama? Jasadiyahnya, kenapa karena dari bayi sampai dewasa dan mati. Semuanya mengikuti Sunatullah dan Jasad memang sudah thoiin (sudah taat dipaksa atau tidak dia akan membesar secara beraturan) namun ingat Daya Pikir dan Rasa, wow tidak bisa dibandingkan, karena dia manusia suci mana mungkin bisa mendatangi tempat yang Maha Suci, Arasy (Maaf Tuhan tidak punya tempat, karena dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Hanya Wahabilah yang berani menafsirkan Jisimiyah kepada Tuhan). Namun, untuk ukuran manusia tempat arasy itulah yang paling tinggi yang bisa dicapai atas izinNya.
    UNTUK DIRENUNGKAN DAN DICAMKAN
    (Tabel ini hanya untuk memperlihatkan Jumlah Dhalimin dari Bani Umayah pas dengan jumlah Maksumim, sementara yang membunuh Maksumim juga dari Abassiyah, perubahan dari Umayyah ke Abasiyah setelah Imam pada No. 8, Imam Ja’far Shodik) dan ini bukan manusia-manusia fiktif (Legendaris) seperti Ratu Nyai Loro Kidul?????.
    No 14 MAKSUMIM
    (AL HAQ) 14 DHALIMIN
    (AL BATHIL)
    SBG KHALIFAH
    41-132/661 – 750
    1 MUHAMMAD RASULULLAH SAWW
    (63 THN) MUAWIYYAH I IBN ABI SOFYAN
    (41/661)
    2 FATIMAH AZ ZAHRA (18 THN) YAJID I
    (60 – 680 H)
    3 IMAM ALI as (63 THN)
    Ditikam olh Abdurahman ibnu Muljam MU’AWIYYAH II
    (64/683)
    4 IMAM HASAN as (47 THN)
    Diracun istrinya,Ja’dah binti As-Ath MARWAN I IBN AL-HAKAM
    (64/684)
    5 IMAM HUSEIN (58 THN)
    Dibantai di Padang Karbala ABDUL MALIK
    (65/685)
    6 IMAM ZAINAL ABIDIN (57 THN),
    Diracun Hisyam bin AbdUl Malik, di Zaman Al Walid AL-WALIDI
    (86/705)
    7 IMAM MUHAMMAD AL-BAQIR as
    (57 THN)
    Diracun Hisyam bin Abdul Malik SULAYMAN
    (96/715)
    8 IMAM JA’FAR SHADIQ as (65 THN)
    Diracun Manshur Al-Dawaliki UMAR IBN ABDUL AZIZ
    (99/717)
    9 IMAM MUSA AL KADZIM as (55 THN)
    Diracun Harun Ar-Rasyid YAJID II
    (101/720)
    10 IMAM ALI BIN MUSA AR-RIDHA as
    (55 THN)
    Diracun Makmum Al-Abassi HISYAM (105/724)

    11 IMAM MUHAMMAD AL-JAWAD,
    AL-TAQI as
    (25 THN)
    Diracun Istrinya AL-WALID II
    (125/743)
    12 IMAM ALI AL-HADI AN-NAQI as
    (41 THN)
    Diracun Al-Mu’tamad YAJID III
    (126/744)
    13 IMAM HASAN AL ASKARI as
    (28 THN)
    Diracun Khalifah Abbasiah IBRAHIM
    (126/744)
    14 IMAM MAHDI AL MUNTADHAR as
    Ghaib Sugra : Selama 74 Tahun, di mulai sejak kelahirannya (15 Sya’ban) hingga tahun 329
    Ghaib Kubro : Sejak tahun 329 hingga kini. MARWAN II AL HIMAR
    127-132/744 – 750

    “Bukankah segitiga dibawah ini sudah sesuai dengan : QS 36:36, QS 90:10, QS 91:8. Tapi jangan pakai Pola Pikir Jabariyah, Tuhan siapkan wadahnya dan diisi oleh Manusia sesuai pilihan. Dibawah inilah Manusia-manusia yang “Ambisius” yang diwakili segitiga hitam, karena Sayidina Ali kw, mengatakan :
    “ Demi Allah! Muawiyah tidak lebih cerdik dari aku. Yang dilakukan oleh Muawiyah adalah kecurangan dan perbuatan tercela. Seandainya kecurangan adalah perbuatan yang tidak tercela, niscaya aku adalah orang yang paling curang di muka Bumi ”.
    “Sendalku ini jauh lebih baik dari ke Khalifahan itu sendiri ”
    “Demi Allah! Seandainya diberi tujuh iklim bumi ini, namun aku harus bermaksiat kepada Allah dengan merebut kulit sebutir gandum murahan (tahukah tamsil ini?) dari mulut seekor semut (dan apa pula ini?), niscaya aku tidak lakukan. Dunia kalian di sisiku lebih rendah nilainya dari dedaunan yang sedang dikunyah oleh seekor belalang (Wow, hebatkan tamsilnya)”. Siapa dulu dong, murid tercerdas yang terzdalimi, karena hawahu/ego yang dominan, bukan karena Lillahi ta’ala, makanya akan runyam selamanya, sebagai bukti dari Wasiat Rosul tidak terucap ketika ajalnya sudah tiba. Dimana rasa empati kalian kepada Rosul, ucapan sayang kepadanya hanya Leap – Service saja dan jawablah dengan hati kalian yang paling dalam.

    Jadi kalau Penulis bangga kepada Aisyah (anak Abubakar) telah mencatat 2016 hadist, tapi adakah kejujuran dari tulisannya berapa ribukah yang ditulis oleh Imam Ali yang beliau bersama Rosul sejak berumur 10 (sepuluh) tahun sampai Rosul dipanggil oleh Penguasa Alam Semesta. Atau, dengan tidak menetapkan berapa jumlah hadist yang disampaikan beliau karena memang tidak ada catatan dalam sejarah dan sekaligus mau membuktikan bahwa hadist “ Saya kota Ilmu dan Ali Pintunya “ adalah hadist maudhu alias dibuat-buat, namun kalau dikaitkan dengan paraghrap diatas kenapa mayoritas muslim (Sunni) tidak menyimpannya atau memfile-nya, adakah ini strategy grand-plan dari para sahabat dimana Nubuwah dan Imamah tidak dikehendaki dalam sebuah rumah Nabi. Kalaulah seperti itu bukankah hanya suatu perulangan dari peristiwa Musa dan Harun dan akan saya kutipkan kejadiannya.
    Dan renungkan juga Surat Al-Azhab dengan ayat-ayat sebelum ayat 33, semuanya pakai kunna?, siapakah mereka itu dan ayat 33 dengan kum, kenapa karena perempuannya Cuma satu (1), Fatimah dan Mayoritasnya Laki-laki Rosul, Ali, Hasan dan Husein, ga percaya kan? Terserahlah, tapi ini yang argumentative menurut akal-pikiranku.
    Apakah buku-buku yang kutulis dibawah ini, adalah dibuat oleh orang lain?, alias asli tapi palsu? yaitu:
    1. PUNCAK KEFASIHAN (NAHJUL BALAGHAH), PILIHAN KHOTBAH, SURAT, DAN UCAPAN AMIRIL MUKMININ ALI ABI THALIB R.A.
    (Dipilih dan dihimpun oleh SYARIF RADHI).
    2. Tanyalah AKU Sebelum KAU Kehilangan AKU, kata-kata Mutiara Ali bin Abi Thalib.
    Dihimpun atas-Arahan : Syaikh Fadhlullah al-Ha’iri.
    3. KECUALI ALI, oleh Abbas Rais Kermani.
    4. TUJUH PULUH ISTIGHFAR SAYDINA ALI BIN ABI THALIB as.
    5. 500 AYAT UNTUK ALI BIN ABI THALIB oleh HAFIDZ RAJAB al-BURSI
    6. SUARA KEADILAN, SOSOK AGUNG ALI BIN ABI THALIB R.A oleh GEORGE JORDAC (seorang Kristen).
    Sebelumnya, mari kita baca ilustrasi kemiripan apa yang terjadi pada Umat Musa dan Perlakuan Umat Mantan Arab Jahiliyah Pasca Rosul saw wafat, hanya perbedaannya Umat Musa langsung memberontak kepada Nabinya, sementara Umat Muhammad, memberontak setelah beliau tiada, (Ingat tulisan ini adalah keluar dari lubuk hati plus tulisan non Ulama tapi dari seorang mualaf (yang tahu) akan sejarah Nabi yang terkait dengan agamanya) yaitu :
    “ Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang untuk memberontak melawan Musa, beserta duaratus lima puluh (250) orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang kenamaan.
    (Bilangan 16:1-3) : Maka mereka berkumpul mengeremuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: “ Sekarang cukuplah itu !, Segenap Umat [baca; bangsa Israel ] itu adalah orang-orang kudus, dan Tuhan ada ditengah-tengah mereka, mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri [baca; keluarga Musa dan Harun serta suku Lewi] diatas Jemaat Tuhan?”.
    Saat itu, mereka menentang kebijakan Nabi Musa karena telah menempatkan Harun sebagai pemimpin bangsa Israel. Ketiga orang ini menyatakan bahwa sebagai sesama umat Tuhan, mereka seharusnya memiliki kedududkan yang setara dan sama di hadapan Tuhan (Kalimat Pelecehan terhadap hak preogratif Tuhan, Pengutip).
    Sebelum Rasulullah saw, mengakhiri pidato Perpisahan setelah haji Wada di Ghadir Kum, mengucapkan “ Apakah aku lebih berhak atas orang-orang beriman dari pada diri mereka sendiri?”. Ya Rosul Allah.” kemudian Nabi mengangkat lengan ‘Ali dan berseru “ Barangsiapa yang mengangkat aku sebagai pemimpin (maula), maka ‘Ali adalah pemimpinnya (Maula), maka ‘Ali adalah pemimpinnya (maula). Ya, Allah cintailah mereka yang mencintai ‘Ali, dan musuhilah mereka yang memusuhinya. Setelah ini para sahabat semisal ; Umar, Abubakar dan Usman dan diriwayatkan Umar dan Abubakar berkata, “Selamat Ibn Abi Thalib! Sekarang engkau menjadi pemimpin (Maula) semua orang beriman baik laki dan perempuan.
    Namun ada salah satu sahabat Rosul yang agak terusik dengan pengangkatan ini yaitu: Haris bin Nu’man al-Fahri mendengar berita ini segera memacu untanya ke Madinah dan langsung menemui Rosul saw dan mengutarakan isi hatinya :
    “ Engkau memerintahkan kami untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kami mematuhinya. Demikian juga engkau perintahkan shalat, berpuasa, berhaji, maka kami taati semuanya. Akan tetapi engkau belum puas dengan semua ini dan engkau angkat sepupumu dengan tanganmu dan menjadikannya pemimpin kami dengan berkata, “ ‘Ali adalah Maula orang-orang yang menganggapku sebagai Maulanya,’ Apakah ini keputusan yang berasal darimu atau dari Allah?”. Nabi Muhammad saw menjawab “Demi Allah yang merupakan satu-satunya Tuhan! Ini berasal dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahabesar”.
    Setelah mendengar hal ini ia kembali dan menuju untanya sambil berkata, “Ya Allah! Sekiranya apa yang dikatakan Muhammad itu benar, lemparkanlah kami sebuah batu dari langit dan timpakan siksa-Mu yang amat pedih”.
    Belum ia sampai mendekati unta betinanya, Allah Yang Mahasuci, melemparkan sebuah batu yang mengenai ubun-ubunnya, lalu menebus tubuh, dan keluar melalui bagian bawahnya, hingga akhirnya meninggal. [Bacalah Al-Ma’arij(70) 1 – 3]. Ref. No.9.
    Setelah ini, pasca Rosulullah wafat, hal yang sama dilakukan oleh ketiga sahabat yang mewakili mayoritas mantan Arab Jahiliyah untuk tidak menyetujui Kepemimpinan (Imamah) dan Nubuwah dalam satu Bayt. (Lihat 5 Personil yang ada dalam 6 formatur untuk memilih Pengganti Usman, bagaimana hatinya terhadap Sayidina Ali kW.). Jangan dulu mencap fitnah, tapi lihatlah pembuktian di Lapangan, inilah jawabannya tambah kusut dan jelimet, bisa diperbaiki ga mungkinlah, tunggulah sampai Dunia ini dilipat oleh Allah SWT dan dihancurkan sehancur-hancurnya. Lihatlah kericuhan di Timur Tengah, apa hasil Final Government yang mereka pilih akankah ke Al-Qura’an dan As Sunah, karena Rosul sudah jamin ini tidak akan menyesatkan manusia dan terbuktikah tentang Aku datangkan kalian sebaik-baiknya Umat (Ketika ada Rosul saja? atau sampai Kiamat?, bagaimana ketika terjadi pengrusakan Pesantren Purwokerto, Bangil dan Sampang?, legakah kalian melihatnya, adakah itu perintah Tuhan? Atau ego/hawau atau tabiat saja)
    Dari titik inilah, maka kita berpijak untuk merenunginya, mudah-mudahan akan mempermudah pemahaman, bisakah hali ini merubah mind set yang sudah baku, karena uraian ini bagi saya objective tanpa harus bantuan Ulama dan Penulis juga sejak mudanya sering mendalami kitab Taurat (Memang ada yang diselewengkan dan itu mudah sekali diketahui oleh siapa saja yang punya Akal) :
    1. Apabila Musa adalah seorang Nabi, Rosul dan Imam tertinggi bangsa Israel (particular), maka Nabi Muhammad seharusnya adalah seorang Nabi, Rasul dan Imam tertinggi bagi seluruh mahluk Tuhan (universal). Pertanyaan yang perlu diajukan adalah : apakah al-Qur’an pernah menyebutkan bahwa Nabi Muhammad seperti Nabi Musa? Atau, apakah Nabi Muhammad pernah menyatakan dirinya seperti Musa?.
    2. Apabila Nabi Musa pernah menghadap Allah secara langsung ke Gunung Horeb (Sinai) untuk menerima perintah-Nya, maka apakah Nabi Muhammad pernah melakukan hal yang sama?.
    3. Apabila Nabi Musa memiliki seorang saudara (maksudnya Harun) yang telah dinobatkan sebagai Nabi dan Imam Israel , maka apakah Nabi Muhammad memiliki seorang saudara yang telah dinobatkan sebagai seorang Nabi dan Imam bagi umatnya. Perlu diingat bahwa sang Mesiah adalah Nabi dan Utusan Tuhan terakhir bagi umat manusia. Artinya, apabila Nabi Muhammad adalah sang Mesiah, maka dia pasti telah menyatakan dirinya sebagai Nabi dan utusan Tuhan yang terakhir bagi umat manusia. Maksudnya, walaupun kedudukan saudaranya itu akan seperti Harun disisinya – Yakni sebagai seorang Nabi, tetapi kenabian saudaranya tidak mungkin dideklarasikan. Sebab, kenabian dan kerasulan telah berakhir. Oleh sebab itu, saudaranya pasti akan menjabat salah satunya saja, yaitu sebagai imam bagi seluruh manusia. Akan tetapi, apakah Nabi Muhammad saw memiliki saudara yang pernah disejajarkan olehnya seperti Nabi Harun.
    4. Apabila pengangkatan Harun sebagai Imam bangsa Israel telah dideklarasikan oleh Nabi Musa dihadapan umatnya, maka apakah Nabi Muhammad saw pernah mendeklarasikan salah seorang saudaranya sebagai Imam untuk Umatnya.
    5. Apabila jumlah para imam bagi umat Nabi Musa ada dua belas orang, maka jumlah para imam bagi umat Muhammad saw juga seharusnya ada dua belas orang. Apakah Nabi Muhammad saw pernah melakukan hal yang sama?.
    6. Apabila seluruh bangsa Israel – di zaman Nabi Musa – telah mengenal nama imam-imam mereka, karena Nabi Musa telah mengumumkannya, maka apakah Nabi Muhammad saw pernah melakukan hal yang sama?.
    7. Apabila Harun dan keturunannya pernah disucikan untuk menjabat sebagai Imam bangsa Israel, maka apakah ‘Harun-nya’Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad saw dan juga keturunannya itu pernah disucikan untuk menjabat sebagai imam-imam bagi umatnya?.
    8. Apabila Nabi Musa telah menyelesaikan seluruh pengkodefikasian kitab Taurat ketika dia masih hidup, maka apakah Nabi Muhammad saw telah menyelesaikan seluruh pengkodefikasian al-Qur’an sewaktu dia masih hidup?.
    9. Apabila Nabi Musa telah menyerahkan naskah kitab Taurat kepada para Imam dari suku Lewi yakni Harun dan keturunannya, maka apakah Nabi Muhammad saw pernah melakukan hal yang sama terhadap al-Qur’an ? Dan, siapakah para imam dari keluarga Nabi Muhammad saw.
    Tidakkah Para Penulis sadar akan Firman Allah SWT yang berfirman : “ Orang Arab itu adalah benar-benar kafir dan munafik ” (al Arrobu assaddu kufron wa nifaqo) dan ini ditunjang oleh fakta lapangan dan ditemukan di “Google” Siapa Saud dan apa fatwa Ulama Wahabi tentang Israel dan Palestina (Carilah sendiri dan renungkan, bukankah ini pembuktian? Dan percayalah kalau Allah sudah berfirman, maka harus ada bukti di Lapangan). Bukti lapangan terlalu jelas kalau mau berpikir dan ini bukan fitnah.
    Kalau Penulis menyebutkan bahwa Syiah menuduh sahabat menolak Wasiat Rosul, padahal hal ini benar-benar tertulis dalam Shahih Buchori dan Shahih Muslim, kalau saja Penulis jujur, berilah argumentasi yang memadai, kalau ga bisa beragumentasi buatlah kesepakatan para Ulama untuk menghilangkan paraghraph ini bila dikhawatirkan menghambat dakwah Islam yang HAQ, dan percayalah kebenaran yang Haq akan muncul dengan sendirinya tanpa harus dipaksakan.
    Dan banyak ucapan manusia mengatakan bahwa untuk menuju Allah banyak jalan dapat dilalui. Ucapan ini benar untuk disisi ego manusia, namun dari sisi Tuhan, aku yakin seyakin yakinnya bahwa jalan ke ALLAH SWT hanya satu yaitu Shirotol Mustaqim dan ini selalu Allah firmankan melalui al Qur’an.
    Kalu ada ucapkan biarkan Indonesia adalah ladang dakwah Sunni, dan bila ini terucapkan dari manusia, maka dirinya sudah memposisikan melebihi Tuhan, sementara Allah saja sudah memberikan kepada Manusia “Absolutely Freedom of choice ”,
    Adapun peristiwa Sampang pertanyaan aku sederhana, adakah mereka mengetahui : “La tupsiduuna fil ardhi” dan “Dan janganlah kalian membunuh manusia tanpa haq”, bila tidak maka mereka sudah memposisikan
    “Anna aw Nahnu Robukumul a’la” (Sehingga ada keberanian untuk menghancurkan Mesjid dan Mushola, orang tua renta, anak kecil tak berdosa, wanita tua dan sakit, menjadi korban kenistaan manusia dzulman dzahula) dan bila dalam hati mereka sudah tertanam kata-kata ini “Anna aw Nahnu khoirum min hum”, maka dapat dikatakan siapa mereka?, bisakah kalian menjawabnya?.
    Ucapan siapa ini? karena hanya Allahlah yang akan mampu menghancurkan Mesjid dan Mushola dan ucapan apa yang Firaun gertakan kepada ahli-ahli sihir yang sudah beriman yang benar kepada Musa?.
    Pernahkah mendengar ataupun membaca Ucapan Sayidina Ali kw : ”Seyogyanya kalian bertakwa kepada Allah; berbuat dan menjaga keadilan terhadap teman akrab dan musuh ”. Menurut Ali, kebaikan sebuah takwa akan muncul manakala ia mampu melindungimu untuk tidak menerima kebenaran begitu saja tanpa bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan. Takwa yang baik akan menahanmu dari berbuat zalim terhadap orang yang engkau benci dan menahanmu untuk tidak berbuat dosa ” Sementara diluar sana ataupun dimana saja, maka pengikut Ali kw hanya akan menjadi bulan-bulanan saja. Sampai-sampai orang-orang Irak untuk berziarah ke Makam Imam Husein berunjar ”Kami tidak takut dengan bom hatta bom naplm pun kami tetap akan berkunjung dan ziarah kepada Imam Husein ”, dan adalah hak mereka untuk melakukan kejahatan terhadap para Penziarah tersebut ataupun kepada pengikut Imam Ali kw, dimana saja diseluruh Dunia, mereka berada.
    Sunnah siapa yang membunuh Nabi Palsu?, sementara Nabi hanya berucap, seandainya ada wahyu, akan aku bunuh engkau ya Musailamah. Apakah Nabi membunuhnya?. Camkan dan renungkan dan dibawah ini saya nukilkan dari Tafsir Mizan Jilid ke 4, halaman 235, tafsir QS (2) 256 – 257. Tafsir ini bagiku cukup membuat hati lega atau sedikitnya menjadikan Obat Penenang.
    ” Tidak ada paksaan dalam agama ” dapat diperlakukan sebagai sedikit informasi atau sebuah legislasi. Jika itu adalah informasi tentang suatu ketetapan kreatif, itu akan melahirkan sebuah perintah legislatif bahwa pemaksaan tidak boleh digunakan dalam urusan kepercayaan dan keyakinan. Dan jika itu adalah sebuah perintah dalam bentuk informasi, maka maknanya adalah jelas. Nampaknya, alternatif ini lebih tepat, karena kalimat selanjutnya (”Sesungguhnya jalan yang benar jadi jelas beda dengan jalan yang sesat”).memberikan alasan untuk legislasi ini. Dan larangan melakukan pemaksaan untuk agama ini didasarkan pada sebuah faktor ciptaan: fakta bahwa pemaksaan dapat mempengaruhi aksi fisis tetapi tidak hal-ihwal yang berkaitan dengan hati dan suara hati. (Ini sudah terbukti di Lapangan nyata dan tidak usah diberi sample, kecuali kata hati saja yang membenarkan, pen).
    ” Sesungguhnya jalan yang benar sudah jadi jelas-jelas beda dari jalan yang sesat ” : Seperti disebutkan di atas, kalimat ini memberikan alasan untuk larangan pemaksaan. Seorang arif akan menggunakan pemaksaan hanya ketika kebenaran perintah atau tatanan tidak dapat dijelaskan, entah karena orang yang dipaksa tersebut sama sekali tidak memiliki kapasitas untuk memahaminya atau entah karena sejumlah alasan lain. Tetapi tidak ada kebutuhan untuk memkasa dalam suatu ihwal yang penting yang manfaat dan mudharatnya dengan jelas terdefinisikan dan pahala serta hukuman untuk menerima dan menolak sudah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya. Seseorang, dalam ihwal yang jelas semacam itu, haruslah merdeka untuk memilih sendiri jalan hidupnya – entah dia menerimanya atau menolaknya, entah dia menginginkan pahala menanti atau siap menerima hukuman. Realitas-realitas agama sudah dijelaskan, sementara jalannya sudah dibentangkan, wahyu Allah dan penjelasan Nabi saw sudah menjadi jelas bahwa agama ini adalah kebenaran, bahwa satu-satunya yang benar dan tepat adalah menerima agama ini dan mengikutinya; dan bahwa jika orang menyimpang dari jalan ini, maka dia akan menemui penderitaan abadi. Mengapa orang, setelah datangnya segenap terang-benderang ini, mesti memaksa orang lain untuk mengikuti agama? (Perhatian untuk yang pemberingas, yang hanya dilihat oleh diluar Islam, bikin tak nyaman dan tak menarik lagi).
    Adalah salah sebuah ayat yang menunjukkan bahwa Islam tidak didasarkan pada Pedang dan Pembunuhan, dan bahwa Islam tidak membolehkan kaum Muslim untuk memaksa orang lain untuk menerima Islam. Ini bertentangan dengan pandangan banyak Muslim dan non-Muslim juga bahwa Islam adalah Agama Pedang. Bukti yang mereka gunakan adalah Hukum Jihad yang merupakan salah satu pilar Islam.
    Sudah kami jelaskan, saat menulis ulasan tentang ayat perang, bahwa perang yang diperintahkan Islam bukanlah bertujuan mendapatkan kemajuan material dan juga bukanlah bertujuan untuk penyebaran agama dengan jalan kekerasan. Perang diperintahkan hanya untuk menghidupkan kebenaran dan membela harta alam natural yang paling berharga – Iman Tauhid. Di mana pun tauhid diterima oleh orang-orang – meskipun mereka masih saja Yahudi atau Nasrani – Islam tidak memerangi mereka. Karena itu, ungkapan menentang ini Lahir dari Pikiran yang Keruh.
    Ayat : ”Tidak ada Pemaksaan Dalam Agama ”, tidak dinasakh oleh ayat pedang, meskipun sejumlah penulis beranggapan demikian. Perintah ini diikuti alasannya : ” Sesungguhnya jalan yang benar sudah jelas perbedaannya dengan jalan yang sesat ”. Perintah semacam ini tidak dapat dibatalkan kecuali kalau, dan sampai, alasannya juga dinasakhkan.
    Selama alasannya masih berlaku, maka perintahnya juga tetaplah absah. Tidak ada kebutuhan untuk menekankan bahwa ayat pedang tidak dapat meniadakan perbedaan jelas antara jalan yang benar dan jalan yang sesat. Sebagai contoh, ayat-ayat :……dan bunuhlah mereka di mana pun mereka berada (QS. An-Nisa ’:89) dan : ” Dan berperanglah di jalan Allah…….. (QS. Al Baqarah : 190)”, tidak ada efeknya sama sekali pada perbedaan jelas antara kebenaran dan kesesatan; dan karena itu ayat-ayat ini tidak dapat menasakh perintah yang didasarkan pada perbedaan itu.
    Dengan kata lain, perintah ini didasarkan pada fakta bahwa yang benar terbedakan dengan sejelas-jelasnya dari yang sesat. Dan setelah turunnya ayat-ayat perang, perbedaan ini tetap absah seperti sebelum itu. Dan karena sebabnya tidak berubah, maka efeknya, yaitu perintah tersebut, tidak dapat diganti atau dibatalkan.
    (Note: adakah ada alasan lain untuk pembenaran Kekerasan dalam Islam???????????). Dan siapapun pelakunya, maka kalimat diatas seharusnya sudah dapat membendung, namun bila tidak, maka pasti David Star sudah melekat pada hatinya dan dari pembuktian di Lapangan (Irak, Afganistan, Pakistan), aku punya keyakinan ini akibat bila Hadist al Haq (benar dari Rosul) bercampur dengan al Bathil (dinisbathkan kepada Rosul), dibuat oleh Para Penguasa yang bersebrangan dengan Keluarga Rosul. Dibawah ini contoh bercampurnya Al Haq dan Al Bathil.
    2 (dua) hadist yang dinisbatkan kepada Rosul dan Imam Ali, Hadist ini kutemukan di Shahih Buchori yaitu :
    1. Tentang 10 (sepuluh sahabat) masuk Surga, dan
    2. tentang Abu Bakar jadi Imam dan dilanjutkan dengan ucapan seperti dibawah ini.
    Untuk butir 1, saya tidak akan menyebutkan lainnya kecuali hanya 2 (dua), yaitu :
    Thalhah dan Zubair bin Awwam.
    Rujukan kepada dua (2) Surat dan Ayat yang akan dipakai, yaitu An – Nisa 59 dan Surat QS 53:3-4
    “Hai! Orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rosul dan Ulil amri minkum……… ” (An-Nisa 59).
    “Sesunggunya dia, Muhammad, tidak bertutur kata atas dasar hawa nafsu, melainkan semuanya semata-mata adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya ” QS 53:3-4.
    Disini ada perintah dan ada informasi, maka ketika merenungi butir 1, dimana ada dua mukmin (?) terbunuh oleh Imam Ali, karena mereka berontak ketika Imam Ali menjadi Khalifah, bila demikian mereka sudah melanggar perintah Allah SWT, setujukah bila dikatakan demikian?, apa sih hukuman bila menentang Hukum Allah?, apakah mungkin dan logik bila melawan hukum Allah, kemudian ketika Rosul masih hidup, beliau berucap kedua sahabat (Aslinya 10) itu masuk Surga, berarti Allah SWT tidak konsisten atas firmannya?, apakah mungkin seperti itu dan di ayat lain Allah firmankan bila ucapan itu datangnya dari manusia, pastilah engkau dapatkan satu sama lainnya bertentangan. Wa kulli hal, itu memang dibuat oleh Manusia (Siapa manusianya, tekuni sejarah Islam dari semua sisi.).
    Sabda lainnya :
    2. “ Kalian seperti wanita yang mengelilingi Yusup, suruh Abu Bakar jadi Imam. Biarkan para pencela tahu kekeliruannya dan biarkan keinginan orang yang Ambisius. Allah dan kaum mukminin tidak akan demikian.
    Namun, ketika Rosul wafat dan bani Hasyim sibuk mengurusi mayat Rosul, dan tiba-tiba Abu Bakar dibisiki oleh kurir untuk sesuatu hal dan ternyata sedang ada perdebatan yang serius di Saqifah bani Sa’diyah (di Rumah bukan di Masjid) untuk menentukan Pemimpin pengganti Rosul yang pada akhirnya yang menyebabkan terpilihnya Abu Bakar menjadi Khalifah, disini dapat dikaji kepada siapa kalimat ini ditujukkan kepada Ali dan cucunya? atau pengikutnya? dan yang banyak korban adalah dipihak keluarga Rosul. Jadi kemungkinan hadist ini dibuat dan dinisbathkan kepada Rosul. Disamping itu jasad Rosul terbujur selama 3 (tiga) hari tidak disegerakan seperti perintahnya, jadi sahabat sudah mengabaikan 2 (dua) sunnah, yaitu 1. Deklarasi Wasiat kepada Umat terhalang oleh Sahabat yang dibekenkan tanpa argumentasi yang memadai. 2. Menyegerakan keliang kubur tidak dilakukan kepada Guru dan Imam Agung dan salah satu penghotbah Jum’at yang aku dengar adalah berucap, dengan bangganya tanpa risi mengucapkannya (Saking inginnya membela Sahabat habis-habisan) dan bahwa pemilihan pemimpin jauh lebih penting dari pada sesosok mayat Rosul itu (ucapannya), yang adalah Manusia Yang Paling Mulia diseluruh Jagad Raya (.pen), dimana rasa hormat dan terima kasihnya mereka atas risalah yang telah menyelamatkan mereka dari Api Neraka, malah amanat beliau melalui Asy-Syura 23 dijungkir balikkan maknanya (Terjemahannya menjadi Kedalam Kekerabatan, bukannya Kerabatku), sehingga Umat tidak mengetahuinya (Bukankah ini trade off antara Rosul dan Umat??????????). Malah keluarga Rosul jadi korban keserakahan mantan musuh (Bani Umayyah) dan saudaranya sendiri (Abassiyah).Nah, disini terlihat kan siapa yang ambisius dan menganggap enteng mayat Rosul. Jadi apakah mungkin Rosul mengucapkan itu? Dan kepada siapa kalimat ini diarahkan, kalau ini hadist maudhu ataupun shahih. Ini berarti “Senjata Tuan Makan Nyonya”, mengertikah Yang Mulia Para Penulis maksudku ini.
    Hadist yang dinisbatkan kepada Ali kw :
    “Ketika Rosul membangunkan Ali untuk shalat malam, ada sergahan dari Imam Ali, Ya Rosul, seandainya Allah menghendaki aku bangun, maka pasti aku bangun (Ini pola pikir Jabariyah yang bertentangan dengan pola Ahlul bayt, yaitu la jabr wa la tafwid bal amrun amroin pen.), lalu Nabi berbalik sambil memukul kaki kanannya, dasar manusia banyak menyanggah”, wow, ini tidak logic dan pasti dibuat oleh lawan politiknya dan diaminkan oleh Umat yang sedang disusui oleh para khalifah yang dhalim itu, kenapa lihat ketika Rosul akan Hijrah mana yang hebat Alikah atau Abu Bakarkah, ketika Rosul perintahkan Ali untuk menggantikan tidurnya beliau dengan ditutupi selimut tidur, lagi musim hujan x yeh pen. Pergilah beliau dan Abubakar menuju Guha Hiro berdua dan apa yang Allah infokan ke Rosul, Ya rosul temanmu itu sedang ketakutan sangat (carilah surat dan ayatnya). Nun disana ditempat tidur Rosul sedang menunggu pembantaian yang akan dilakukan oleh musuh-musuh rosul dengan darah yang mendidih untuk membunuh Rosul, namun apa yang dinyana ketika akan ditebas dan untuk meyakinkan bahwa itu Rosul, maka selimut itu dibuka dan ternyata hanya Ali yang tidur disana, karena Dia berkehendak lain, tidakkah ini menjadi bahan, bagaimana taatnya Imam Ali, apalagi diajak untuk kebaikan, mana mungkin beliau menolaknya adakah Umat ini bisa berpikir jernih dan janganlah kebodohan Jahiliyah dikembangkan diera serba canggih dan terbuka ini.
    Untuk hal tersebut diatas, maka renungkanlah Surat dan Ayat yang diarahkan untuk Sayidina Ali kw, yaitu :
    Ditambahkan pada tanggal : 15 Maret 2012, merujuk kepada Tafsir Nurul Qur’an jilid 2 dari 20, QS 2:207, hal. 159. (Hal. Ini tidak masuk ke Redaksi Koran Republika)
    “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (yang taat) ”.
    Ibnu Abi Hadid, salah seorang Ulama Suni [Mu’tazillah] yang hidup diabad ke-7 Hijriyah, menyebutkan – dalam kitabnya yang masyhur Syarh Balaghah (Ulasan-ulasan atas Ucapan – uacapan Imam Ali as) – bahwa ahli tafsir secara sepakat mengatakan bahwa ayat diatas diturunkan dan ditujukan sebagai pujian atas Ali bin Abi Thalib setelah beliau tidur diranjang Nabi saw pada suatu malam yang dikenal dengan lailatul mabit.
    Riwayat ini sangat masyhur sehingga tak seorang pun dapat membantahnya kecuali ‘Penyembah Berhala’ atau Orang Gila.

    Hadist lain di Shahih Buchori ketika Imam Ali menyuruh Miqdad untuk menanyakan ke Rosul tentang Mazi, perlu tidaknya mandi besar. Kita ketahui bahwa Imam Ali kalau tidak bertanya, maka Rosul akan memberitahukan apa saja dan yang paling dekat rumah ke Rosul adalah Imam Ali karena dia mantunya Rosul, jadi ngapain harus nyuruh orang, memang kalau Tanya mazi itu sesuatu yang porno?. Jadi ini jelaslah hanya keisengan lawan politik untuk membuat sensasi atau sebatas untuk meramaikan infotaiment saja.
    Bila ditujukan kepada Syiah akan membahayakan NKRI, ini adalah suatu statement yang dibalik itu ada suatu tujuan “ Ada Udang dibalik Batu” atau bahasa lainnya” Lempar Batu Sembunyi Tangan” yang benjol tuh kepalanya para pencinta keluarga Rosul, kalau mau tahu banyaklah membaca buku dari semua sisi tapi jangan Mind Set sudah menetapkan Mazhabnya yang paling benar dan sudah saya singgung diatas, coba renungkan dari beberapa ucapan al Uzma Ayatullah Ali Sistani dari irak ;
    “ Walaupun pengikutku terbunuh sampai 50%, maka kami tidak akan melakukan balas dendam karena mereka (Sunni) adalah saudara kami “.
    “Bila UUD Irak dibuat oleh Penjajah, maka akan kami tolak”, “Namun bila dibuat oleh Rakyat Irak dari semua lapisan, maka saya/dia akan mendukungnya”.
    Kalau Guru sudah menyatakan demikian mana mungkin kami, sehebat apapun kami (S1,S2 dan S3, Prof. yang tidak ada kekhususan (Kompetensi) di Bidang Ad-Din) tetap mukolid yang akan dan pasti taat kepada Ulamanya. Malah seharusnya Penulis protes kepada Tuhan yang telah berfirman “ Bila kalian tidak berhukum kepada apa yang Aku turunkan, maka kalian adalah dhalim, munafikin dan kafirin “, tapi ingat juga ada ayat yang menyatakan “Tidak ada paksaan dalam agama”, sudah jelaskah atau tetap masih berkukuh untuk menyalahkan berkembangnya Syiah. Sudahkah belajar dari pengalaman Yahudi yang sudah diberi tobat berkali-kali selagi nyawanya ada dalam raganya dan bertobat dan pasti diterima tobatnya dan kemudian dia mati, pastilah dia masuk Sorga. Tapi ketika bomb bunuh diri dilingkungan para jamaah tak bersenjata atau di pasar, sementara Allah SWT “Janganlah kalian membunuh manusia tanpa haq dan sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang-orang yang melakukan kedhaliman” (Sudah pahamkah dengan ayat ini), dan bagaimana kaitannya denga An Nisa 93, akankah diabaikan dan kebenaran itu ditetapkan oleh keyakinan berdasarkan ego/hawahu sendiri, tanpa merujak kepada Kalam Ilahi atau ditaksir sendiri tanpa terkait kepada Rosul, naudzubillah min dzalik dari pemikiran seperti ini.
    Allah sebutkan Yahudi “Manusia Istimewa” ketika itu dan ini ditujukkan kepada Yahudi-yahudi yang taat kepada Musa dan tak pernah membangkang dan sehebat apapun Yahudi-yahudi yang sekarang tidak ada nilainya dimata Allah SWT kalau hasilnya hanya akan menistakan kepada manusia.
    Demikian juga Mukmin yang istiqamah dan tidak melakukan perusakan di Bumi ini kecuali dengan haq (Hizbullah dengan bom bunuh dirinya sudah membunuh 243 Marinir Non Muslim yang bersenjata). Dan kalian adalah sebaik-baiknya manusia yang ada di Bumi (Pasti Para Imam dan para sahabat yang Istiqomah dan tetap mempertahankan Sunnah Rosul sebagai mana adanya), apakah yang melakukan anarkis, atau apa mungkinkah dikategorikan kepada orang-orang yang bunuh diri di lingkungan pasar Syiah, tempat Ziarah Syiah, polisi-polisi Irak dan Afganistan, penghancur Mesjid dan Mushola, rumah tinggal, orang tua, anak-anak kecil, sehingga mereka menjadi gelandangan alias Orang Miskin Baru) bisa dikategorikan seperti diatas berpikirlah kawan seribu kali, sebelum menuliskan sesuatu yang nilainya tidak bisa diargumentasikan secara Ilmiah.Siapa yang bisa mengukur ketakwaan seseorang kecuali Allah SWT sendiri.
    Kalimat yang dikemukakan oleh salah seoran penulis bahwa “ Para Imam bisa menghalalkan yang Haram dan mengharamkan yang Halal “. Wow, itu dasarnya apa, karena ratusan buku yang saya baca, ga pernah tuh menemukan daging babi, darah dan binatang yang tidak disembelih tanpa dibacakan dengan “Bismillah”, dihalalkan oleh Para Imam. Malah Allah sendiri melalui firmanNya, menghalalkan daging babi, bila dalam kondisi ad-darurot, tapi itupun tak boleh berlebihan. Dan, memang ada yang haram-ijtihadi seperti, Ikan tak bersisik semisal Lele, belut, cumi-cumi (padahal ini yang paling saya sukai baik basah apalagi asinnya) dan kerang (aku paling doyan) itu diharamkan untuk dikonsumsi. Bagiku ini tidak menjadi masalah, kenapa?, sebagai Mukolid mau percaya kepada siapa lagi, sementara kesempatan mendalami Agama, sudah tidak mungkin lagi. Malah, ketika di Isa Bugis, hal ini menjadi beban yang luarbiasa, karena disatu sisi saya harus meningkatkan profesionalisme di bidang teknik (Mesin dan Energi Panasbumi), disisi lain dituntut untuk memahami al-Qur’an secara tuntas (sempat menyesakkan juga sih), namun setelah memahami “Perbedaan Umatku menjadi Rakhmat, dengan mengacu kepada at-Taubah 122, yang dikemukakan oleh Imam Ja’far Shodik. Ini yang paling Logik”. Alangkah leganya hati ini, tinggal saya janji kepada diri sendiri untuk membaca terus Tafsir Nurul Qur’an dan Mizan, tanpa harus berhenti dan akupun sadar bahwa dengan agama ini Tuhan tidak untuk menyusahkan manusia, makanya perlu Mujtahid (Ulama yang tangguh dan komprehensif dan dibuktikan dengan amalannya dan terlihat oleh Umat dan tak pernah mengenal Korupsi, demikian juga Uang Simpanan Abadi Haji yang seharusnya dinikmati oleh Orang-Orang Miskin dari Sabang sampai Merauke, tak perlu ada busung kelaparan, tidak perlu terlantar orang-orang yang kena musibah banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi. Malah menurutku bila ada Mesjid masih ada yang melaporkan saldo Ratusan Juta sementara ditempat sampah banyak orang miskin yang mengorek-ngorek makanan untuk mengisi perutnya, maka keberadaan Mesjid itu tidak perlu ada karena sama saja sedang menohok Tuhan dari depan, kenapa karena ditempat orang-orang miskin, manusia yang terdholimi, orang-orang sakit yang miskin, yang doanya diijab Kabul oleh Tuhan, kenapa? karena Tuhan ada disitu, maka beranikah wahai kawan yang merasa Agamanya Paling Benar memberantas hal-hal seperti ini janganlah Al Quran dan Sunnah menjadi yel-yel basi sementara pemahaman yang sistimatis tidak ada sama sekali, yang ada adalah Kemarahan Tiranik bagaikan Firaun-Firaun baru yang sudah memposisikan dirinya Robukumul A’La atau ucapan Syeitan yang pernah saya singgung diatas) dan mukolid hanya bergantung kepadanya, ulama yang amalannya sudah dibuktikan di hadapan umat dan tulisannya bisa dibaca sampai kiamat, kecuali diberangus oleh yang tidak menyukainya. Ga masalah, karena semuanya sudah ada ditangan, tinggal pendalaman dan pengamalan.
    Akankah mencontoh yang telah dilakukan Nashoro dengan Konsili Nicea-nya berapa ratus ribu Umat yang mati terbunuh dengan dibakar dibunuh melalui kekuasaan dan pedang yang terbunuh untuk mempertahankan monotheisnya haruskah hal ini akan terulang di Islam hanya karena beda pandang dalam menentukan kebenarannya atau ingin mengembalikan keutamaan Zuriyat Rosul yang sudah sirna, bagaikan debu dilanda angin beliung di batu yang licin, kecuali setelah Revolusi Islam Iran, tegaklah kembali sebagaimana yang engkau harapkan Ya Rosul sesuai tuntunan Ilahi dan bukan atas kehendak egomu. Memang didepan pengadilan Tuhan siapapun yang berhujah didepanNya akan terlambat, karena disana bukan untuk tempat bertaubat tapi final go to Paradise or Hell.
    Aku teringat ucapan Imam Khomeni, sebanyak apapun buku yang kalian baca tapi tidak diamalkan, maka sama saja dengan orang Awam, tapi pertahankan terus menerus kebaikan sekecil apapun, maka dia akan menjadi Karakter untuk dirimu.
    Amati dalam kehidupan sehari-hari “ Umaro/Umat tanpa Ulama, bagaikan orang buta mencari jalan, tetapi Ulama tanpa Umat/Umaro bagaikan orang lumpuh ga bisa berbuat apa-apa”. (Statement ini bisa diabaikan karena ini pandangan subjective dari penulis)
    Jakarta, 20 s/d 30 Januari 2012.
    Wassalam,

    Abu Ghifari

    Posted by Tasripin Adiwijaya | 24 Maret 2012, 9:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: