you're reading...
Uncategorized

Puasa Sepanjang Masa

Imam Ja’far Shadiq – salam baginya – meriwayatkan dari ayah dan datuk-datuknya yang berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bertanya kepada para sahabatnya. “Siapakah di antara kalian yang berpuasa sepanjang waktu?”

Salman al Farisi menjawab. “Saya, wahai Rasulullah.” 

Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang melaksanakan salat sepanjang malam?”

Kembali Salman al Farisi menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.”

Rasulullah saw. bertanya kepada mereka lagi, “Siapakah di antara kalian yang mengkhatamkan Quran setiap hari?”

Untuk ketiga kalinya, Salman menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.”

Salah seorang sahabat Rasulullah menjadi marah dan berkata, “Ya Rasulullah, Salman adalah seorang Persia yang ingin menyombongkan diri dan memperlihatkan keunggulannya atas kami, sedangkan kami adalah orang-orang Quraisy. Engkau bertanya kepada kami siapa di antara kami yang berpuasa sepanjang waktu, dan ia (Salman) menjawab bahwa ia telah melakukannya, sedangkan ia makan pada sebagian besar waktu. Dan ketika engkau bertanya kami siapa di antara kami yang melaksanakan salat sepanjang malam, lagi-lagi ia menjawab bahwa ia melakukanya sedangkan ia tidur pada sebagian besar malam. Akhirnya ketika engkau bertanya pada kami siapa di antara kami yang mengkhatamkan Quran setiap hari, untuk ketiga kalinya ia menjawab bahwa ia telah melakukannya, sedangkan sebagian besar waktunya, ia terlihat diam.”

Rasulullah saw. menegur orang itu, “Diamlah engkau! Wahai Fulan, berapa banyak hikmah Luqmanul Hakim yang kau miliki? Tanyakanlah kepadanya dan ia akan menjelaskan padamu.” Akhirnya sahabat itu berpaling kepada Salman dan bertanya, “Wahai Abu Abdillah. Engkau telah mengaku bahwa engkau berpuasa sepanjang waktu, bukan?”

Salman mengaku bahwa ia berkata demikian. Sahabat itu berkata, “Tapi kulihat engkau makan pada sebagian besar waktu.” Salman berkata, “Tidak seperti apa yang engkau katakan. Saya berpuasa tiga hari dalam sebulan, karena Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia berfirman, ‘Siapa pun yang melakukan suatu amal kebaikan, ia akan diganjar sepuluh kali lipat.’ Dan saya menggabungkan Puasa Sya’ban dan Puasa Ramadhan dalam puasa saya, yang dengan itu seolah-olah saya berpuasa sepanjang waktu.”

Orang itu kemudian bertanya kepadanya, “Tapi engkau mengaku bahwa engkau menghabiskan seluruh waktu malam dengan melaksanakan salat, bukan?”

Salman mengaku bahwa ia telah mengatakan demikian, namun orang itu menyanggahnya, “Bagaimana bisa, sedangkan sebagian besar malammu kau lewati di atas tempat tidur?” Salman berkata, “Tidak seperti apa yang engkau katakan. Saya telah mendengar kekasihku Rasulullah saw. bersabda ‘Siapa pun yang tetap berada dalam keadaan suci (thaharah)’ selama tidurnya, dapat dianggap seolah-olah ia menghabiskan seluruh waktu malamnya dengan melaksanakan salat.’ Sedangkan saya (sepanjang malam) tetap dalam keadaaan suci.

Orang itu masih bertanya kepadanya, “Bukankah engkau mengaku bahwa engkau mengkhatamkan Quran setiap hari?”  Orang itu selanjutnya berkata, “Tapi engkau menghabiskan sebagian besar harimu dalam keadaan diam.”

Salman berkata, “Tidak seperti apa yang engkau katakan. Sebab saya mendengar kekasihku Rasulullah saw. mengatakan kepada Ali, ‘Wahai Abul Hasan. Perumpamaanmu di antara umatku seperti surah al Ikhlas. Siapa pun yang telah membacanya satu kali, dianggap seolah-olah ia telah membaca sepertiga Alquran. Dan siapa pun yang membacanya dua kali seolah-olah dia telah membaca dua per tiga Alquran. Dan siapa pun yang membacanya tiga kali, seolah-olah ia telah mengkhatamkan Alquran seluruhnya (Demikian pula) siapa pun yang mencintai engkau (wahai Ali) dengan lidahnya, berarti ia telah menyempurnakan sepertiga keimanannya. Siapa pun yang mencintai engkau dengan lidah dan hatinya, berarti ia telah menyempurnakan dua pertiga keimanannya. Dan siapa pun yang telah mencntai engkau dengan lidah dan hatinya, serta membantumu dengan tangannya (yaitu secara fisik dengan kekuatan dan hartanya), berarti ia telah menyempurnakan keimanannya. Aku bersumpah atas nama Allah yang mengutusku dengan kebenaran. Wahai Ali. Seandainya seluruh manusia di atas permukaan bumi mencintai engkau sebagaimana yang dilakukan seluruh penghuni langit, maka tak ada orang yang akan disiksa di neraka.’ Dan saya membaca surah Al Ikhlas tiga kali setiap hari.”

Orang itu akhirnya bangkit dan berlalu seolah-olah seseorang telah memenuhi mulutnya dengan batu.

Syamsu Dharma @Kampoengsufi 2009

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: