you're reading...
Uncategorized

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban

Malam Nishfu Sya’ban 1431 H = Senin malam, 26 Juli 2010 M

Pertama: Mandi sunnah. Manfaatnya untuk pengampunan dosa-dosa kita.

Kedua: Menghidupkan malam ini dengan shalawat, doa dan istighfar.

Ketiga: Ziarah (baca doa ziarah) kepada Imam Husein cucu Rasulullah saw. Ziarah ini merupakan amalan yang paling utama pada malam ini, dan menjadi wasilah untuk pengampunan dosa-dosa.

Dalam suatu hadis disebutkan:

“Barangsiapa yang ingin berjabatan tangan dengan ruh para Nabi, maka hendaknya berziarah kepada Al-Husein (sa) malam ini. Ziarah yang paling singkat mengucapkan salam kepadanya, yaitu:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا اَبَا عَبْدِ اللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalâmu’alaika yâ Abâ ‘Abdillâh, assalâmu’aika wa rahmatullâhi wa barakâtuh.

Salam atasmu wahai Aba Abdillah, semoga salam, rahmat dan keberkahan Allah tercurahkan atasmu.

Keempat: Membaca shalawat yang dibaca setiap matahari tergelincir.

Kelima: Membaca doa Kumail.

Keenam: Membaca zikir berikut, masing-masing (100 kali), agar Allah mengampuni dosa-dosa yang lalu dan memperkenankan hajat-hajat kita, dunia dan akhirat:

Subhânallâh
Alhamdulillâh
Lailâha illallâh
Allâhu Akbar

Ketujuh: Melakukan shalat dua rakaat setelah Isya’. Rakaat pertama membaca surat Fatihah dan surat Al-Kafirun, rakaat kedua membaca Fatihah dan surat Al-Ikhlash. Kemudian setelah salam membaca zikir berikut masing-masing (33 kali):

Subhânallâh
Alhamdulillâh
Allâhu Akbar

Kemudian membaca doa keempat, lihat di bagian doa-doa di malam Nishfu Sya’ban.

Kemudian sujud sambil membaca zikir berikut:

Yâ Rabbi (20 kali)
Yâ Allâh (7 kali)
Lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh (7 kali)
Mâ syâa Allâh (10 kali)
Lâ quwwata illâ billâh (10 kali)

Kemudian membaca shalawat kepada Nabi dan keluarganya, lalu sampaikan hajat yang diinginkan, niscaya Allah memenuhinya dengan kemulian dan karunia-Nya.

Kedelapan: Membaca doa pada dini hari, doa kelima, lihat di bagian doa-doa pada malam Nishfu Sya’ban.

Kesembilan: Berdoa setiap selesai dua rakaat dalam shalat malam, shalat syafa’ dan shalat witir.

Kesepuluh: Sujud di pertengahan malam sambil berdoa sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw, yaitu:

Kepada-Mu tunduk semua keinginan dan khayalku, dengan-Mu merasa aman hatiku. Inilah kedua tanganku dan segala kezalimanku pada diriku, wahai Yang Maha Besar, Engkaulah yang diharapkan untuk semua keperluan yang besar, maka ampuni dosaku yang besar, sesungguhnya tak akan ada yang dapat mengampuni dosa yang besar kecuali Tuhan Yang Maha Besar.

Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu, yang karenanya
langit dan bumi bercahaya
kegelapan tersingkap
urusan orang-orang terdahulu dan belakangan menjadi maslahat
diselamatkan dari turunnya azab-Mu
perubahan keselamatan-Mu
dan hilangnya nikmat-Mu
Ya Allah, karuniakan kepadaku hati yang suci dan bersih, suci dari kemusyrikan, tidak ingkar dan tidak celaka.

Kemudian menempelkan pipi di tempat sujud seraya membaca doa:

Kurebahkan wajahku ke tanah (tempat sujud), dan selayaknya bagiku untuk sujud kepada-Mu

Rasulullah saw bersabda:

“…Wahai diri yang bernafas panjang, tahukah kamu malam ini? Malam ini adalah malam nishfu Sya’ban. Di dalamnya rejeki dibagikan, di dalamnya ajal dicatat. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya malam ini…, dan menurunkan para malaikat-Nya ke Mekkah.” (Mafatihul Jinan, bab 2)

Kesebelas: Melakukan shalat Ja’far Ath-Thayyar (shalat Tasbih).

Kedua belas: Melakukan shalat empat rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan surat Al-Ikhlash (100 kali). Setelah salam membaca doa:

Ya Allah, kepada-Mu aku butuh, pada siksa-Mu aku taku dan darinya aku mohon perlindungan.
Ya Allah
Jjangan ganti namaku
Jangan rubah tubuhku
Jangan uji aku dengan ujian yang berat
Jangan bahagiakan musuh-musuhku di atas penderitaanku
Aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksa-Mu
Aku berlindung dengan rahmat-Mu dari azab-Mu
Aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu
Aku berlindung dengan-Mu dari-Mu
Maha agung puji-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu di atas pujian yang diucapkan oleh orang-orang yang memuji.
Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka cukuplah Dia sebagai pelindung, sesungguhnya Allah menyampaikan urusan-Nya, Allah telah menetukan takdir bagi setiap sesuatu.
Ya Allah, jika Engkau belum mengampuni kami di hari-hari yang berlalu bulan Sya’ban, maka ampuni kami di hari-hari Sya’ban berikutnya.

Ketiga belas: Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa melakukan shalat seratus rakaat pada malam ini memiliki keutamaan yang banyak. Caranya: setiap rakaat membaca Fatihah dan surat Al-Ikhlash (10 kali). Atau membaca surat Al-Fatihah dan surat Yasin, Surat Tabarak dan surat Al-Ikhlash.

Keempat belas: membaca doa-doa di malam Nishfu Sya’ban

Hari Nishfu Sya’ban (15 Sya’ban) adalah hari raya yang mulia, hari lahirnya Shahibuz zaman imam Mahdi Al-Muntazhar (‘Ajjalallahu farajahu). (Disarikan dari kitab Mafâtihul Jinân, bab 2, pasal 2)

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

One thought on “Amalan di Malam Nishfu Sya’ban

  1. asalamualaikum,,,allohumma solli ngala muhammad waala ali muhammad,,makasih atas rangkayan doa nya..

    Posted by horiyaa | 6 April 2011, 9:04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: