you're reading...
Uncategorized

Keutamaan Bershalawat di Hari Jumat

Riwayat-riwayat dari Jalur Ahlulbait as
Ash-Shaduq meriwayatkan dari ayahnya dari Sa’ad dari Ahmad bin Abi Abdillah dari ayahnya dari Ahmad bin Abi al-Mundzir dari al-Hasan bin Ali dari Muhammad bin al-Fudhail dari Abi al-Hasan ar-Ridha as berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat atasku seratus kali pada hari Jumat, maka Allah akan mengabulkan enam puluh hajatnya; tigapuluh hajat dunianya dan tigapuluh hajat akhiratnya”.  

Al-Kulayni meriwayatkan dari Ali bin Muhammad dan Muhammad bin al-Hasan dari Sahl bin Ziyad dari Ja’far bin Muhammad al-Asy’ari dari Abi al-Qudah dari Abi Abdillah as berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Perbanyaklah bershalawat atasku pada malam yang penuh kemuliaan dan hari yang bersinar yaitu malam Jumat dan hari Jumat sampai seratus kali. Dan jika lebih dari itu, maka jauh lebih baik”.

Al-Majlisi meriwayatkan secara mursal dari Nabi saw bahwa beliau bersabda: “Perbanyaklah bershalawat atasku pada setiap hari Jumat. Siapa di antara kalian yang paling banyak melakukannya, maka dia memiliki kedudukan paling dekat di sisiku. Siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat sebanyak seratus kali, maka wajahnya akan bersinar pada hari kiamat. Dan siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat al-Ghamirah (yang diliputi karunia), maka dia tidak akan meninggal sebelum melihat posisinya di surga”.

Al-Quthb ar-Rawandi di dalam Lubb al-Lubab meriwayatkan dari Nabi saw bahwa beliau saw bersabda: “Siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat sebanyak seratus kali, maka kesalahannya selama delapan puluh tahun akan diampuni”.

Diriwayatkan dari Anas, dia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling dekat di antara kalian denganku pada hari kiamat di setiap tempat adalah orang yang paling banyak bershalawat atasku ketika di dunia. Dan siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat atau pada malam Jumat sebanyak seratus kali, maka Allah akan mengabulkan seratus hajatnya, yaitu tujuh puluh hajat akhirat dan tiga puluh hajat dunia. Kemudian Allah mengutus satu malaikat dari setiap shalawat itu untuk masuk ke dalam kuburku sebagaimana bimbinganku memasuki jiwa-jiwa kalian, kemudian malaikat itu mengabariku tentang nama orang yang bershalawat atasku beserta nama keluarganya, dan dituliskan sebuah penghargaan yang mulia baginya di sisiku”.

Dan hadis-hadis lainnya yang berkenaan dengan pembahasan ini masih sangat banyak. Untuk itu, silahkan Anda merujuk kitab al-Bihar dan kitab-kitab lainnya.

Riwayat-riwayat dari Jalur Ahlussunnah
Al-Baihaqi berkata, Abu Sahl Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim al-Mihrani telah mengabarkan kepadaku dari Muhammad bin Ja’far as-Sikhtiyani dari Abu Khalifah dari Abdurrahman bin Salam dari Ibrahim bin Thihman dari Abi Ishaq dari Anas berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Perbanyaklah bershalawat atasku pada hari Jumat dan malam Jumat. Siapa yang bershalawat atasku satu kali, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali”.

Al-Baihaqi juga berkata, Abu Abdillah al-Hafizh dan Abu Sa’id bin Abi Amr telah mengabarkan kepadaku, mereka berkata bahwa Abu al-Abbas Muhammad bin Ya’qub telah memberitakan dari Abu Ja’far Ahmad bin Abd dari al-Husain bin Ali Al-Ju’fi dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dari Abi al-Asy’ats ash-Shun’ani dari Aus ibn Aus berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah bahwa hari terbaik bagi kalian adalah hari Jumat. Pada hari tersebut Allah telah menciptakan Adam as, dan pada hari tersebut pula Adam as wafat. Pada hari Jumat Allah telah menciptakan kehidupan, dan pada hari tersebut pula terjadi kehancuran. Maka perbanyaklah shalawat atasku pada hari tersebut, karena shalawat kalian pada hari tersebut akan diterima…..” (al-Hadis).

Diriwayatkan dari Khalid bin Mi’dan dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda: “Perbanyaklah bershalawat atasku pada setiap hari Jumat, karena shalawat umatku atasku pada setiap hari Jumat akan sampai kepadaku”.

Dari Sofwan bin Salim bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika tiba hari Jumat dan malam Jumat, maka perbanyaklah bershalawat atasku”.

Abu Nu’aim al-Ishfahani berkata bahwa Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah al-Hafizh memberitakan kepadaku dari Muhammad bin Abi Mu’adz dari ayahnya dari Ibrahim bin Adham dari Muhammad bin ‘Ijlan dari Ali bin al-Husain as dari ayahnya dari Ali bin Abi Thalib as berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat seratus kali, dia akan bersinar pada hari kiamat yang jika sinarnya itu dibagikan kepada seluruh makhluk tetap akan benderang”.

Ibnu Asakir berkata, Abul Hasan Ubaidillah bin Muhammad bin Ahmad al-Baihaqi telah mengabarkan kepadaku dari kakeknya Abu Bakar al-Hafizh dari Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ali as-Saqa al-Isfirayani dari ayahnya Abu Ali dari Abu Rafi Usamah bin Ali bin Sa’id ar-Razi ketika di Mesir, dari Muhammad bin Ismail bin Salim ash-Sha’igh dari Hukamah binti Utsman bin Dinar -saudara Malik bin Dinar- berkata, ayahku Utsman bin Dinar berkata dari saudaranya Malik bin Dinar dari Anas bin Malik -khadam Nabi saw- berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling dekat di antara kalian denganku pada hari kiamat di setiap tempat adalah orang yang paling banyak bershalawat atasku ketika di dunia. Dan siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat dan pada malam Jumat sebanyak seratus kali, maka Allah akan mengabulkan seratus hajatnya, yaitu tujuh puluh hajat akhirat dan tiga puluh hajat dunia. Kemudian karena shalawat itu, Allah mengutus satu malaikat untuk masuk ke dalam kuburnya sebagaimana bimbinganku memasuki jiwa-jiwa kalian, kemudian malaikat itu memberitakanku tentang nama orang yang bershalawat atasku beserta nama keluarganya, dan dituliskan sebuah penghargaan yang mulia baginya di sisiku”.

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah dari Nabi saw bahwa beliau bersabda: “Shalawat kepadaku adalah cahaya di ash-Shirath. Siapa yang bershalawat atasku pada hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, maka dosanya selama delapan puluh tahun akan diampuni”.
(Disalin dari buku SHALAT ITU WAJIB karya Syeikh Ali Taskhiri, Penerbit Al-Huda)

About Pesantren Awliya

Sebuah Pesantren Baru yang konsen terhadap pemberdayaan masyarakat urban yang termarginalisasi oleh industri kapitalisme

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Keutamaan Shalawat « tetirah - 15 April 2011

  2. Ping-balik: tetirah - 15 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kebun Cinta

Arsip Artikel

Lembah al-Ghadir

SALAM BAHAGIA..!
Desa Pagerwangi Punclut Kecamatan Lembang - Bandung

Rekening Donasi

Bagi Bapak, Ibu dan Sahabat yang berkenan membantu kegiatan dakwah sosial kami & peningkatan konten blog, dapat berkontribusi ke:
Bank Mandiri Cabang DAGO
Norek: 131-00-0595266-0
a/n : Yayasan Awliya Bandung.
Saran-saran via SMS ke kami:
022-70578825

Blog Stats

  • 174,687 hits

Percikan Telaga

"Dunia adalah tempat ibadahnya para Nabi Allah dan tempat turunnya wahyu serta tempat shalatnya para malaikat, juga tempat berdagangnya para wali Allah."
[Imam Ali bin Abi Thalib]

Juru Kunci

Pengelolaan blog/site ini telah menggunakan perangkat lunak OPEN SOURCE (Linux Ubuntu 10.04 LST) .
%d blogger menyukai ini: