<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pondok Awliya Bandung</title>
	<atom:link href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com</link>
	<description>Gerbang Jalan Kesucian</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 02:30:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pesantrenawliya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pondok Awliya Bandung</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/osd.xml" title="Pondok Awliya Bandung" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pesantrenawliya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Imam-imam Ahlu Sunnah</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/28/imam-imam-ahlu-sunnah/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/28/imam-imam-ahlu-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 02:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Imam-imam Ahlu Sunnah terbagi dua, yaitu: Imam-imam dalam masalah fiqh dan Imam-imam masalah aqidah. Dalam masalah fiqh mereka mengikuti empat orang imam terkenal pemilik mazhab yang empat yaitu, Imam Abu Hanifah, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Imam-imam yang empat itu bukanlah merupakan genertasi sahabat Rasulullah SAW maupun tabi’in, sehingga Rasul SAW tidak mengenal &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/28/imam-imam-ahlu-sunnah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1241&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/ahmad.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1243" title="Ahmad" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/ahmad.jpg?w=750" alt=""   /></a>Imam-imam Ahlu Sunnah terbagi dua, yaitu: Imam-imam dalam masalah fiqh dan Imam-imam masalah aqidah. Dalam masalah fiqh mereka mengikuti empat orang imam terkenal pemilik mazhab yang empat yaitu, Imam Abu Hanifah, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.</p>
<p>Imam-imam yang empat itu bukanlah merupakan genertasi sahabat Rasulullah SAW maupun tabi’in, sehingga Rasul SAW tidak mengenal mereka, dan merekapun tidak mengenal Rasul SAW. <span id="more-1241"></span></p>
<p>Dari keempat imam tersebut, Abu Hanifah merupakan imam yang paling tua dimana usianya terpaut lebih dari dua ratus tahun dengan Rasul SAW. Adapun dalam masalah aqidah, ahlu sunnah mengikuti Al Asy’ari yang lahir tahun 270 H. Imam-imam inilah yang merupakan imam yang di ikuti dikalangan ahlu Sunnah dalam masalah aqidah dan Syari’at.</p>
<p>Nah…coba kita perhatikan, adakah dari imam-imam ini yang merupakan Imam Ahlu Bait atau sahabat Nabi? Tentu tidak.</p>
<p>Lantas mengapa mereka yang mengaku memegang teguh sunnah Nabi mengakhirkan atau mengunci mazhab yang empat ini hingga masa tersebut? Dimana Ahlu Sunnah sebelum munculnya para imam mazhab-mazhab itu? dan bagaimana mereka beribadah, serta kepada siapa mereka berhukum sebelum itu? Dan bagaimana mereka bisa percaya kepada orang-orang yang tidak semasa dengan Nabi SAW dan Nabi pun tidak mengenal mereka, sementara ketika mereka muncul, fitnah dan peperangan sesama sahabat Nabi SAW dan diantara pengikut mazhab mereka telah terjadi dimana-mana?</p>
<p>Powered by <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1606459735" target="_blank"> Ama Salman al-Banjari</a></p>
<p>Salam Bahagia..<br />
Tetap <strong>SEMANGAT</strong> Tetap <strong>SHALAWAT</strong><br />
~♥~<strong>اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ</strong>~♥~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1241&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/28/imam-imam-ahlu-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/ahmad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Fatimah Az-Zahra’ (sa) Pagi dan Sore</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/23/doa-fatimah-az-zahra-sa-pagi-dan-sore/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/23/doa-fatimah-az-zahra-sa-pagi-dan-sore/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 22:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1234</guid>
		<description><![CDATA[Ketika ia diuji oleh Tuhannya dengan musibah dan derita, ia merintih di hadapan Kekasihnya Allah SWT. Deritanya sebagaimana terungkap dalam syairnya: “Sekiranya musibat itu menimpa pada siang, siang akan berubah menjadi malam yang gulita.” Dimanakah ia mengadukan segala deritanya? Dimanakah ia mendapatkan kedamaian di tengah prahara di zamannya? Dimanakah ia melabuhkan hatinya yang hancur?” Siti &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/23/doa-fatimah-az-zahra-sa-pagi-dan-sore/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1234&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/doa.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1236" title="Doa" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/doa.jpg?w=170&#038;h=227" alt="" width="170" height="227" /></a>Ketika ia diuji oleh Tuhannya dengan musibah dan derita, ia merintih di hadapan Kekasihnya Allah SWT. Deritanya sebagaimana terungkap dalam syairnya:</p>
<p>“<em>Sekiranya musibat itu menimpa pada siang, siang akan berubah menjadi malam yang gulita</em>.” Dimanakah ia mengadukan segala deritanya? Dimanakah ia mendapatkan kedamaian di tengah prahara di zamannya? Dimanakah ia melabuhkan hatinya yang hancur?” <span id="more-1234"></span></p>
<p>Siti Aisyah istri Nabi SAW pernah bercerita: “Tidak ada orang yang paling mirip Rasulullah SAW dalam cara bicaranya, berjalan dan duduknya seperti Fatimah. Bila Fatimah datang, Rasulullah SAW menyambutnya dengan berdiri. Ia memegang tangan Fatimah dan menciumnya. Lalu didudukkannya di tempat duduknya.” (Shahih at-Turmidzi 2: 315; Mustadrak Shahihhain 3: 154)</p>
<p>Dari ayahnya ia belajar bahwa ia hanya menemukan ketenteraman dalam ibadah, dalam zikir dan doa. Berikut ini di antara doa yang diajarkan ayahnya kepadanya:</p>
<p><strong>DOA PAGI DAN SORE</strong></p>
<p><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></p>
<p><strong>اللهم صل على محمد وآل محمد</strong></p>
<p><strong>يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ، اَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي اِلَى نَفْسِي</strong></p>
<p><strong>يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ اَسْتَغِيْثُ، فَلاَ تَكِلْنِي اِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَاَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، بِرَحمْتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ</strong></p>
<p><em>Bismillâhir Rahmânir Rahîm</em></p>
<p><em>Allâhumma shalli `ala Muhammadin wa âli Muhammad</em></p>
<p><em>Yâ Hayyu yâ Qayyûm bi-rahmatika astaghîtsu, ashlihlî sya’nî kullah, wa lâ takilnî ilâ nafsî.</em></p>
<p><em>Yâ Hayyu yâ Qayyûm bi-rahmatika astaghîtsu, falâ takilnî ilâ nafsî tharfata ‘aynin, wa ashlihlî sya’nî kullahu, birahmatika yâ Arhamar rahimîn.</em></p>
<p>Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang</p>
<p>Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya</p>
<p>Wahai Yang Hidup dan Kekal, aku memohon pertolongan dengan rahmat-Mu. Perbaiki semua urusanku, dan jangan Kaubiarkan diriku menguasaiku.</p>
<p>Wahai Yang Hidup dan Kekal, aku memohon pertolongan dengan rahmat-Mu. Jangan Kauserahkan aku pada diriku sekejap matapun, dan perbaiki semua urusanku, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. (Shahîfah Az-Zahrâ’)</p>
<p>oleh: Syamsuri</p>
<p>Sumber copy dari:<br />
<a href="http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2253157-doa-fatimah-az-zahra-sa/" rel="nofollow nofollow" target="_blank">http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2253157-doa-fatimah-az-zahra-sa/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1234&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/23/doa-fatimah-az-zahra-sa-pagi-dan-sore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/doa.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Doa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARI HARI ACARA PERINGATAN ISLAM AHLULBAIT</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/21/hari-hari-acara-peringatan-islam-ahlulbait/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/21/hari-hari-acara-peringatan-islam-ahlulbait/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 21:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[10 Muharram=(Asyura) Syahadah Imam Husein Sayyid As-Syuhada AS. 25 Muharram=Syahadah Imam Ali Zainal Abidin AS. 7 Shafar=Syahadah Imam Hasan Al-Mujtaba AS. 20 Shafar=Arba&#8217;in (40 Hari) Syahadah Imam Husein Sayyid As-Syuhada AS. 28 Shafar=Wafat Rasulullah Muhammad SAWW. 29 Shafar=Syahadah Imam Ali Ar-Ridha AS. 4 Rabiul Awwal=Wafat Al-Ma Shumah Sayyidah Fatimah Azzahra AS. 8 Rabiul Awwal=Syahadah Imam &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/21/hari-hari-acara-peringatan-islam-ahlulbait/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1228&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/rahbar-syahid-nuklir.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1229" title="Rahbar Syahid Nuklir" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/rahbar-syahid-nuklir.jpg?w=263&#038;h=183" alt="" width="263" height="183" /></a>10 Muharram=(Asyura) Syahadah Imam Husein Sayyid As-Syuhada AS.</p>
<p>25 Muharram=Syahadah Imam Ali Zainal Abidin AS.</p>
<p>7 Shafar=Syahadah Imam Hasan Al-Mujtaba AS.</p>
<p>20 Shafar=Arba&#8217;in (40 Hari) Syahadah Imam Husein Sayyid As-Syuhada AS. <span id="more-1228"></span></p>
<p>28 Shafar=Wafat Rasulullah Muhammad SAWW.</p>
<p>29 Shafar=Syahadah Imam Ali Ar-Ridha AS.</p>
<p>4 Rabiul Awwal=Wafat Al-Ma Shumah Sayyidah Fatimah Azzahra AS.</p>
<p>8 Rabiul Awwal=Syahadah Imam Hasan Al-Askari AS.</p>
<p>17 Rabiul Awwal=Wiladah Rasulullah Muhammad SAWW.</p>
<p>17 Rabiul Awwal=Wiladah Imam Ja&#8217;far AS.</p>
<p>1 Rabius Tsani=Wiladah Imam Hasan Al-Askari AS.</p>
<p>5 Jumadil Ula=Wiladah Sayyidah Zainab Al-Kubra AS.</p>
<p>20 Jumadil Tsani=Wiladah Sayyidah Fatimah Azzahra AS.</p>
<p>1 Rajab=Wiladah Imam Muhammad Baqir AS.</p>
<p>3 Rajab=Syahadah Imam Ali Al-Hadi AS.</p>
<p>10 Rajab=Wiladah Imam Muhammad At-Taqi AS.</p>
<p>13 Rajab=Wiladah Imam Ali Bin Abi Thalib AS.</p>
<p>15 Rajab=Wafat Sayyidah Zainab Al-Kubra AS.</p>
<p>25 Rajab=Syahadah Imam Musa Al-Kadzim AS.</p>
<p>27 Rajab=Isra Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAWW.</p>
<p>3 Sya&#8217;ban=Wiladah Imam Husein Sayyid As-Syuhada AS.</p>
<p>5 Sya&#8217;ban=Wiladah Imam Ali Zainal Abidin AS.</p>
<p>15 Sya&#8217;ban=Wiladah Imam Al-Qaim Al-Muntazhar Al-Mahdi AS.</p>
<p>15 Ramadhan=Wiladah Imam Hasan Al-Mujtaba AS.</p>
<p>21 Ramadhan=Syahadah Imam Ali Bin Abi Thalib AS.</p>
<p>25 Syawal=Syahadah Imam Ja&#8217;far AS.</p>
<p>11 Dzulqa&#8217;idah=Wiladah Imam Ali Ar-Ridha AS.</p>
<p>29 Dzulqa&#8217;idah=Syahadah Imam Muhammad At-Taqi AS.</p>
<p>7 Dzulhijjah=Syahadah Imam Muhammad Baqir AS.</p>
<p>9 Dzulhijjah=Hari Arafah.</p>
<p>15 Dzulhijjah=Wiladah Imam Ali Al-Hadi An-Naqi AS.</p>
<p>18 Dzulhijjah=Iedul Qhadir.</p>
<p>(Di poskan oleh Akun Mahzab Ahlul&#8217;Kisa Ahlul Bait pada 27 Oktober 2011 jam 12:20)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1228&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/21/hari-hari-acara-peringatan-islam-ahlulbait/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/rahbar-syahid-nuklir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rahbar Syahid Nuklir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rabu Terakhir Bulan Shafar</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/18/rabu-terakhir-bulan-shafar/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/18/rabu-terakhir-bulan-shafar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 20:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Hari Rabu terakhir dalam bulan Shafar diyakini disebagai hari naas. Karena itu, terdapat bermacam riwayat yang menganjurkan dilakukan shalat dua rakaat demi menghindarkan diri dari kenaasaanya, bersedekah dan memabaca sejumlah doa khusus. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Nabi bersabda, waspadailah hari Rabu karena ia hari sial. Diriwayatkan pula, setiap tahun 320.000 bencana turun pada rabu terakhir &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/18/rabu-terakhir-bulan-shafar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1210&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/catatan-kuno.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1211" title="Catatan Kuno" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/catatan-kuno.jpg?w=221&#038;h=165" alt="" width="221" height="165" /></a>Hari Rabu terakhir dalam bulan Shafar diyakini disebagai hari naas. Karena itu, terdapat bermacam riwayat yang menganjurkan dilakukan shalat dua rakaat demi menghindarkan diri dari kenaasaanya, bersedekah dan memabaca sejumlah doa khusus.<br />
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Nabi bersabda, waspadailah hari Rabu karena ia hari sial. <span id="more-1210"></span></p>
<p>Diriwayatkan pula, setiap tahun 320.000 bencana turun pada rabu terakhir bulan Shafar.</p>
<p>Dianjurkan untuk melakukan shalat dua rakaat dua kali (empat rakaat).</p>
<p>Pada setiap rakaat membaca al-fatihah dan surah al-kautsar 17 kali, al-ikhlas 5 kali dan al-nas dan al-falaq masing-masing 1 kali.</p>
<p>Usai shalat, dianjurkan membaca doa sebagai berikut:</p>
<p><strong>يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَ يَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ يَا عَزِيْزُ يَا عَزِيْزُ، ذَلَّتْ بِعَظَمَتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ، فَاكْفِنِيْ شَرَّ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُفْضِلُ يَا لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَ نَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَ كَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ، وَ صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ اٰلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ</strong><br />
(<em>Allahumma yaa syadiidal quwa wa yaa syadidal mihal, ya ‘aziz dzallat liadhamatika jami’u khalqika ikfini min jami’i khalqika, ya muhsinu, ya mujmilu, ya mufdhilu, ya mun’imu, yaa mukrimu ya man la ilaha illa anta, bi rahmatika ya arhamar rahimin wa shallalhu ala Muhammadin wa alihiththahirin</em>)</p>
<p>Wahai Zat Yang Mahakuat, wahai Zat Yang Mahaperkasa, wahai Zat Yang Mahamulia, sungguh rendah semua makhluk-Mu di hadapan keagungan-Mu, maka jauhkanlah kejahatan dariku makhluk-Mu, wahai Zat Yang Mahaindah, Pemberi karunia dan anugerah, tiada tuhan selain Engkau! Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim, kami terima untuknya, kami selamatkan ia dari kejenuhan dan kami selamatkan kaum mukminin, anugerahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.</p>
<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/doa-rabu-terakhir.jpg"><img class="size-full wp-image-1226 aligncenter" title="Doa Rabu Terakhir" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/doa-rabu-terakhir.jpg?w=750" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1210&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/18/rabu-terakhir-bulan-shafar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/catatan-kuno.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Catatan Kuno</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/doa-rabu-terakhir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Doa Rabu Terakhir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab dan Doa Ziarah Kubur</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/15/adab-dan-doa-ziarah-kubur/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/15/adab-dan-doa-ziarah-kubur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar Persoalan Penghuni kubur Rasulullah saw bersabda: “Berilah hadiah mayit-mayitmu.” Kemudian kami (sahabat) bertanya: Apa hadiah untuk mayit? Beliau menjawab: “Sedekah dan doa.” (Mafatihul Jinan, pasal 10, hlm 570) Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya setiap Jum’at arwah orang-orang mukmin datang ke langit dunia di atas rumah-rumah mereka, seraya masing-masing mereka memanggil dengan suara yang sedih sambil &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/15/adab-dan-doa-ziarah-kubur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=757&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2011/03/makam-5-270.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-847" title="Makam 5 270" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2011/03/makam-5-270.jpg?w=150&#038;h=93" alt="" width="150" height="93" /></a><strong>Sekitar Persoalan Penghuni kubur</strong><br />
Rasulullah saw bersabda: “Berilah hadiah mayit-mayitmu.” Kemudian kami (sahabat) bertanya: Apa hadiah untuk mayit? Beliau menjawab: “Sedekah dan doa.” (Mafatihul Jinan, pasal 10, hlm 570)<br />
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya setiap Jum’at arwah orang-orang mukmin datang ke langit dunia di atas rumah-rumah mereka, seraya masing-masing mereka memanggil dengan suara yang sedih sambil menangis<span id="more-757"></span>: wahai keluargaku, anak-anakku, ayahku dan ibuku, kerabatku, sayangi kami niscaya Allah menyayangi kalian dengan hadiah yang kalian berikan pada kami. Celaka kami (karena harta kami), kami yang dihisab, orang lain yang mengambil manfaat.”</p>
<p>Dalam hadis yang lain Rasulullah saw bersabda: “Masing-masing mereka memanggil kerabatnya: Sayangi kami dengan dirham atau roti atau pakaian, niscaya Allah menyayangi kalian dengan pakaian dari surga.” Kemudian Rasulullah saw menangis. Kami (sahabat) pun ikut menangis, Rasulullah saw tak kuasa berbicara karena banyaknya menangis. Kemudian beliau bersabda: “Mereka itu adalah saudara kalian dalam agama, mereka hancur menjadi tanah setelah mereka (di dunia) diliputi kesenangan dan kenikmatan. Mereka memanggil dengan seruan: “Celaka kami, sekiranya kami dulu menginfakkan harta kami di jalan ketaatan kepada Allah dan ridha-Nya, niscaya kami tidak butuh pada kalian.” Lalu mereka pulang dengan kerugian dan penyesalan, dan mereka berseru: Cepatlah kalian bersedekah untuk mayit kalian.”</p>
<p>Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah pada orang-orang yang telah meningga? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang harus kami baca ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: bacalah doa ini. (lihat doa berikutnya)</p>
<p>Imam Musa Al-Kazhim (sa) berkata: “Barangsiapa yang tidak mampu berziarah kepada kami (Ahlul bait), maka hendaknya berziarah pada orang-orang shaleh yang berwilayah kepada kami, maka akan dicatat baginya seperti pahala berziarah kepada kami; dan barangsiapa yang tidak mampu menyambung silaturahim pada kami, maka hendaknya menyambung silaturahim pada orang-orang shaleh yang berwilayah kepada kami, maka akan dicatat baginya seperti pahala menyambung silaturahim pada kami.”</p>
<p>Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata: “Barangsiapa yang mendatangi kuburan saudaranya yang mukmin, kemudian meletakkan tangannya pada kuburannya, dan membaca surat Al-Qadar (7 kali), maka ia akan diselamatkan pada hari kiamat.” Dalam hadis yang lain disebutkan: “dan menghadap ke kiblat.”</p>
<p>Syeikh Abbas Al-Qumi (ra) mengatakan: Pahala bacaan surat tersebut untuk orang yang membacanya, juga untuk penghuni kubur yang diziarahi. Karena hal ini dikuatkan oleh hadis-hadis yang lain.</p>
<p><strong>Makruh Ziarah kubur di malam hari</strong></p>
<p>Tentang makruhnya ziarah ke kuburan orang-orang mukmin di malam hari, Rasulullah saw bersabda kepada Abu Dzar: “Jangan sekali-kali kamu berziarah kepada mereka di malam hari.”</p>
<p><strong>Adab dan doa ziarah kubur</strong></p>
<p>Pertama: Ketika memasuki areal kuburan mengucapkan salam.</p>
<p>Abdullah bin Sinan pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bagaimana cara mengucapkan salam kepada penghuni kubur? Beliau menjawab: Ucapkan:</p>
<h3>اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ</h3>
<p><em>Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.</em></p>
<p>Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.</p>
<p>Atau mengucapkan salam seperti yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):</p>
<h3>اَلسَّلاَمُ عَلَى اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ اَهْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، يَا اَهْلَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ بِحَقِّ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ كَيْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، يَا لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ بِحَقِّ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ اِغْفِـرْ لِمَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ، وَاحْشَـرْنَا فِي زُمْرَةِ مَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ عَلِيٌّ وَلِيُّ اللهِ</h3>
<p><em>Assâlamu ‘alâ ahli lâ ilâha illallâh min ahli lâ ilâha illallâh , ya ahla lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh kayfa wajadtum qawla lâ ilâha illallâh min lâ ilâha illallâh, ya lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh ighfir liman qâla lâ ilâha illallâh, wahsyurnâ fî zumrati man qâla lâ ilâha illallâh Muhammadun Rasûlullâh ‘Aliyyun waliyullâh.</em></p>
<p>Salam bagi yang mengucapkan la ilaha illallah dari yang mengucapkan la ilaha illallah, wahai yang mengucapkan kalimah la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah, bagaimana kamu memperoleh kalimah la ilaha illallah dari la ilaha illallah, wahai la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah ampuni orang yang membaca kalimah la ilaha illallah, dan himpunlah kami ke dalam golongan orang yang mengu¬cap¬kan la ilaha illallah Muhammadur rasululullah Aliyyun waliyyullah.</p>
<p>Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Barangsiapa yang memasuki areal kuburan, lalu mengucapkan (salam tersebut), Allah memberinya pahala kebaikan 50 tahun, dan mengampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya 50 tahun.”</p>
<p>Kedua: membaca:</p>
<p>1. Surat Al-Qadar (7 kali),<br />
2. Surat Al-Fatihah (3 kali),<br />
3. Surat Al-Falaq (3 kali),<br />
4. Surat An-Nas (3 kali),<br />
5. Surat Al-Ikhlash (3 kali),<br />
6. Ayat Kursi (3 kali).</p>
<p>Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).”</p>
<p>Ketiga: Membaca doa berikut ini (3 kali):</p>
<h3>اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ اَنْ لاَتُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ</h3>
<p>Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may¬yit.</p>
<p>Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>“Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.”</p>
<p>Keempat: Meletakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa berikut:</p>
<h3>اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَاَنِسْ وَحْشَتَهُ، وَاَمِنْ رَوْعَتَهُ، وَاَسْكِنْ اِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ يَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ</h3>
<p><em>Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu. </em></p>
<p>Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.</p>
<p>Ibnu Thawus mengatakan: Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis, jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut.</p>
<p>Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meningga? Beliau menjawab: Boleh. Kemudian aku bertanya lagi: Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: “Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.” Aku bertanya lagi: Apa yang baca ketika kami berziarah kepada mereka? Beliau menjawab: bacalah doa ini:</p>
<h3>اللَّهُمَّ جَافِ اْلاَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ وَ صَاعِدْ إِلَيْكَ أَرْوَاحَهُمْ وَ لَقِّهِمْ مِنْكَ رِضْوَانًا وَ أَسْكِنْ إِلَيْهِمْ مِنْ رَحْمَتِكَ مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ</h3>
<p><em>Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr.</em></p>
<p>Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.</p>
<p>(Disarikan dari kitab <strong>Mafatihul Jinan,</strong> pasal 10, hlm 567-570)</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Islam Alternatif</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=757&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/15/adab-dan-doa-ziarah-kubur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2011/03/makam-5-270.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Makam 5 270</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab-adab Berdoa</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/12/adab-adab-berdoa/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/12/adab-adab-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1200</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kitab Makarimul Akhlaq, Imam Ja&#8217;far Ash−Shadiq (sa) berkata,  &#8220;Do&#8217;a akan selalu terhijab sehingga bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya&#8221; Imam Ja&#8217;far As−Shadiq (sa) berkata, &#8220;Barangsiapa yang memberi sesuatu kepada empat puluh orang mukmin, kemudian ia berdo&#8217;a, niscaya do&#8217;anya diijabah.&#8221; Salah seorang sahabat Imam Ja&#8217;far As−Shadiq (sa) berkata kepadanya, &#8220;Aku mendapati dua ayat di dalam kitab &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/12/adab-adab-berdoa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1200&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/dzikrullah.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1201" title="Dzikrullah" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/dzikrullah.jpg?w=165&#038;h=248" alt="" width="165" height="248" /></a>Dalam kitab Makarimul Akhlaq, Imam Ja&#8217;far Ash−Shadiq (sa) berkata,  &#8220;Do&#8217;a akan selalu terhijab sehingga bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya&#8221;</p>
<p>Imam Ja&#8217;far As−Shadiq (sa) berkata, &#8220;Barangsiapa yang memberi sesuatu kepada empat puluh orang mukmin, kemudian ia berdo&#8217;a, niscaya do&#8217;anya diijabah.&#8221;</p>
<p>Salah seorang sahabat Imam Ja&#8217;far As−Shadiq (sa) berkata kepadanya, &#8220;Aku mendapati dua ayat di dalam kitab Allah, aku telah berusaha dengan dua ayat itu untuk memperoleh sesuatu tetapi aku tidak memperolehnya.&#8221; <span id="more-1200"></span></p>
<p>Beliau bertanya: &#8220;Apakah dua ayat itu?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;Firman Allah &#8216;<strong><em>Berdo&#8217;alah kepada−Ku, niscaya Kuijabah bagimu</em></strong>&#8216; lalu kami berdo&#8217;a kepada−Nya, tetapi kami tidak merasakan ijabah−Nya.&#8221;</p>
<p>Beliau berkata: &#8220;Apakah kamu memandang Allah pernah mengingkari janjiNya?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;Tidak.&#8221;</p>
<p>Beliau bertanya lagi: &#8220;Tahukah kamu mengapa demikian?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;Aku tidak tahu.&#8221;</p>
<p>Beliau berkata: &#8220;Aku beritahu kamu, barangsiapa yang mentaati Allah dalam semua perintah−Nya kemudian berdoa kepada−Nya, dari sisi ini, niscaya Dia mengijabah doanya.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya: &#8220;apa yang dimaksudkan dengan dari sisi ini?&#8221;</p>
<p>Beliau berkata: &#8220;Kamu memulai doa dengan memuji Allah dan mengingat nikmat−nikmat−Nya sehingga kamu bersyukur kepada−Nya kemudian bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian kamu mengingat dosa−dosamu sehingga kamu mendekatkan diri kepada−Nya lalu memohon ampun dari dosa−dosamu, inilah sisi doa.&#8221;</p>
<p>Imam Ja&#8217;far (sa) bertanya lagi: &#8220;Ayat yang mana lagi?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab, &#8220;Firman Allah &#8216;a<strong><em>pa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantiny</em></strong>a&#8217; (Saba&#8217;: 39), aku telah mengeluarkan infak, tetapi aku tidak melihat gantinya.&#8221;</p>
<p>Beliau menjawab: &#8220;Apakah kamu memandang Allah pernah mengingkari janji−Nya?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;Tidak.&#8221;</p>
<p>Beliau bertanya: &#8220;Tahukah kamu mengapa demikian?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;Aku tidak tahu.&#8221;</p>
<p>Beliau berkata: &#8220;Sekiranya salah seorang dari kamu bekerja untuk mendapatkan harta yang halal lalu menginfakkan hak hartanya, niscaya ia tidak menginfakkan satu dirham kecuali Allah menggantinya._&#8221;</p>
<p>(Disarikan dari Tafsir Al−Mizan, Allamah Thabathaba&#8217;i, jilid 2: 42−43)</p>
<p>Powered by <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1606459735" target="_blank"> Ama Salman al-Banjari</a></p>
<p>Tetap SEMANGAT Tetap SHALAWAT&#8230;!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1200&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/12/adab-adab-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/dzikrullah.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Dzikrullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Jiwa: Dengki dan Penyebabnya</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/07/penyakit-jiwa-dengki-dan-penyebabnya/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/07/penyakit-jiwa-dengki-dan-penyebabnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 06:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1190</guid>
		<description><![CDATA[Dengki (Hasad) adalah kondisi kejiwaan seseorang yang menginginkan hilangnya suatu karunia dari orang yang menjadi sasaran dengki (mahsûd). Allah SWT berfirman: “…ataukah mereka dengki kepada manusia (lain) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?” (Quran, surah 4, ayat 54) Rasulullah saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa bin Imran (as): &#8220;Wahai putra Imran, jangan &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/07/penyakit-jiwa-dengki-dan-penyebabnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1190&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/sheik_abdelaziz_bin_bazl.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1193" title="Sheik_Abdelaziz_bin_Bazl" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/sheik_abdelaziz_bin_bazl.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Dengki (Hasad) adalah kondisi kejiwaan seseorang yang menginginkan hilangnya suatu karunia dari orang yang menjadi sasaran dengki (mahsûd).<br />
Allah SWT berfirman: “…ataukah mereka dengki kepada manusia (lain) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?” (Quran, surah 4, ayat 54) <span id="more-1190"></span></p>
<p>Rasulullah saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa bin Imran (as): &#8220;Wahai putra Imran, jangan sekali-kali kamu dengki pada manusia karena karunia yang Aku berikan kepada mereka. Jangan memandang mereka dengan pandangan amarah pada mereka. Jangan kamu ikuti prasangka dengki. Sesungguhnya orang yang dengki berarti jengkel pada nikmat-Ku dan menggugat pembagian karunia-Ku yang Aku tetapkan di antara hamba-hamba-Ku. Siapa yang demikian, Aku tidak berhubungan dengannya dan dia tidak berhubungan dengan-Ku.&#8221; (Arba’ûna hadîtsan: hadis ke 5, hlm 106)</p>
<p><strong>PENYEBAB-PENYEBAB DENGKI</strong></p>
<p>Penyakit dengkiberawal dari rasa kesal dan cemburu terhadap orang yang memiliki kelebihan, misalnya: intelektual, spiritual, harta, kedudukan, dan lainnya.</p>
<p>Hampir semua penyebab dengki berawal dari perasaan rendah diri dan kekecewaan. Allamah Al-Majlisi mengatakan ada 7 penyebab dengki:</p>
<p>1. <strong>Permusuhan</strong>: Dengki bisa berasal dari adanya permusuhan.</p>
<p>2. <strong>Perasaan bangga diri</strong> (‘<strong><em>ujub</em></strong>): Bisa jadi Orang yang dengki punya perasaan lebih unggul dari orang yang menjadi sasaran dengki. Lalu ia ingin kelebihan atau karunia hilang dari orang yang menjadi sasaran dengki.</p>
<p>3. <strong>Sombong (<em>kibr</em>):</strong> Orang yang berpenyaki dengkit, ia bersikap angkuh dan arogan terhadap orang yang menjadi sasaran dengki. Sikap ini akan hilang ketika kelebihan dan karunia hilang dari orang yang menjadi sasaran dengki.</p>
<p>4. <strong>Heran</strong>: Orang yang dengki merasa heran melihat karunia besar dimiliki oleh orang yang menjadi sasaran dengki. Allah SWT mengisahkan bangsa-bangsa terdahulu ketika: “Engkau tidak lain adalah manusia seperti kami (QS 14:10). Dan mereka berkata, &#8220;Akankah kami beriman kepada dua manusia seperti kami?”.. . (QS 23:47).</p>
<p>5. <strong>Takut</strong>: Orang yang dengki merasa khawatir akan adanya gangguan tertentu dari orang yang memiliki kelebihan. Ia takut semua itu menjadi penghalang terhadap tujuan yang ia inginkan.</p>
<p>6. <strong>Cinta Kekuasaan</strong>: Sifat ini menjadi sebab kedengkian. Ia menginginkan kekuasaan hanya dimiliki oleh dirinya, tidak dimiliki oleh orang lain yang memiliki kelebihan.</p>
<p>7. <strong>Watak Jahat</strong>: Orang yang berwatak jahat tidak suka melihat orang lain memiliki kebaikan apapun.</p>
<p>Kesimpulan: Sejatinya semua penyebab itu berasal dari perasaan rendah diri dan putus asa.</p>
<p>(Disarikan oleh Syamsuri dari Arba’ûna hadîtsan, Al-Imam Ruhullah Khumaini, bab hasad)</p>
<p>Sumber: <a href="http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2246846-penyakit-jiwa-dengki-dan-penyebabnya/#ixzz1iiN3LCXm">http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2246846-penyakit-jiwa-dengki-dan-penyebabnya/#ixzz1iiN3LCXm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1190&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/07/penyakit-jiwa-dengki-dan-penyebabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2012/01/sheik_abdelaziz_bin_bazl.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sheik_Abdelaziz_bin_Bazl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda Maria dan Bunda Fatimah</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/01/bunda-maria-dan-bunda-fatimah/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/01/bunda-maria-dan-bunda-fatimah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 21:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu saya menyaksikan film Saint Mary. Film produksi Iran ini mencoba untuk menampilkan sosok suci ibunda Yesus dari sudut pandang Alquran dan riwayat lain. Islam memposisikan Bunda Maria dan keluarganya dalam tempat tinggi, sebagaimana dicerminkan dalam Alquran yang memiliki dua surah bernama Keluarga Imran (Joachim) dan Mariam. Memperhatikan kisah dalam kehidupan Bunda &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/01/bunda-maria-dan-bunda-fatimah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1180&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://gholikhani.com/images/LargePics/MS_8.jpg" alt="" width="326" height="214" />Beberapa tahun yang lalu saya menyaksikan film <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Mary_%28film%29" target="_blank">Saint Mary</a></em>. Film produksi Iran ini mencoba untuk menampilkan sosok suci ibunda Yesus dari sudut pandang Alquran dan riwayat lain. <a title="Islam" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam" rel="wikipedia">Islam</a> memposisikan Bunda Maria dan keluarganya dalam tempat tinggi, sebagaimana dicerminkan dalam Alquran yang memiliki dua surah bernama Keluarga Imran (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Imran_%28father_of_Maryam%29#In_Islam" target="_blank">Joachim</a>) dan Mariam.</p>
<div>
<p>Memperhatikan kisah dalam kehidupan Bunda Maria mengingatkan <a href="http://ejajufri.wordpress.com/author/ejajufri" target="_blank">saya</a> dengan sosok wanita suci lain dalam Islam, <a title="Fatimah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fatimah" rel="wikipedia">Fatimah</a> putri <a title="Muhammad" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad" rel="wikipedia">Muhammad</a> saw. Dua wanita suci ini hidup dalam kondisi sosial yang hampir serupa. Kedudukannya di mata Tuhan juga tinggi, sehingga dua wanita ini dimuliakan dan diperlakukan secara khusus. <span id="more-1180"></span></p>
<h3>Kedudukan Wanita</h3>
<p>Pada tahun 16 SM, penduduk <a href="http://ejajufri.wordpress.com/tag/yesrusalem">Yerusalem</a> menantikan kelahiran putra Imran yang diharapkan sebagai penolong Bani Israil, Almasih. Istri Imran yang bernama Hannah (<a title="Saint Anne" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Anne" rel="wikipedia">Saint Anne</a>) juga berharap anak yang dilahirkan adalah laki-laki agar kelak dapat menggantikan suaminya sebagai pelayan Baitulmakdis.</p>
<p>Harapan seperti itu muncul karena pada masa itu hanya anak lelaki yang boleh bertugas di rumah <a title="Allah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allah" rel="wikipedia">Allah</a>, karena tempat suci itu tidak boleh didatangi oleh seseorang yang haid atau nifas. Wanita pada zaman itu menjadi makhluk kelas dua dalam mengabdi kepada Tuhan.¹ Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Hannah sudah bernazar dan menyiapkan sebuah nama yang sebelumnya tidak pernah ada.</p>
<p>Dalam bahasa Ibrani, <a href="http://ejajufri.wordpress.com/tag/mariam">Mariam</a> berarti seorang wanita yang tekun beribadah dan menjadi pelayan Allah Swt. Melalui Mariam, Allah hendak menegaskan bahwa dalam pandangan-Nya, wanita dan pria itu sama dan tidak ada beda untuk meraih kedekatan dengan Tuhan. Mariam pun akhirnya diasuh oleh Nabi Zakaria (Zechariah).</p>
<p>Masa ketika wanita tidak diharapkan juga terjadi di masa Nabi Muhammad saw. Ketika putra nabi wafat, Ash bin Wail berkata kepada pemuka Quraisy, “Sungguh Muhammad tidak punya keturunan lagi dan tidak punya anak yang akan menjadi penerusnya!” Allah Swt. menjawab cemoohan itu dengan memberi nabi <em>nikmat yang besar</em>. Nikmat yang besar itu adalah dengan lahirnya Fatimah, dan beberapa ahli tafsir mengatakan bahwa kelahirannya adalah sebab turunnya surah Al-Kautsar:²</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang besar. Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah (hewan korban). Sesungguhnya orang yang membencimu dialah yang terputus (keturunannya).</p></blockquote>
<p>Anggapan bahwa hanya laki-laki yang menjadi penerus keturunan telah dibuktikan keliru oleh Keluarga Imran dan Keluarga Muhammad. Yesus yang lahir dari Bunda Maria tetaplah keturunan Ibrahim (<a title="Abraham" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abraham" rel="wikipedia">Abraham</a>). Begitu juga dengan Hasan dan Husain yang lahir dari Bunda Fatimah tetaplah keturunan Muhammad saw.</p>
<div></div>
<h3>Hidangan dari Tuhan</h3>
<p>Tidak hanya Yesus yang mampu menyembuhkan orang yang sakit. Bunda Maria pun sering dimintai pertolongan untuk menyembuhkan orang sakit. Beliau juga menampung orang-orang yang kelaparan. Beliau rela memberikan roti untuk makannya kepada orang yang lapar dan membutuhkan kesembuhan darinya. Sampai akhirnya Bunda Maria menahan lapar dan pingsan. Kemudian Tuhan menurunkan hidangan dari langit. (Lihat: Âli ‘Imrân ayat 37)</p>
<p>Rumah Fatimah pun selalu mengutamakan orang-orang yang membutuhkan. Sudah tiga hari berlalu, tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa dimakan. Saat Ali, suaminya, memasuki rumah, ia menjumpai <a title="Apostle of God" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apostle_of_God" rel="wikipedia">Rasulullah</a> sedang duduk dan Fatimah mendirikan salat. Di antara mereka berdua, ada sesuatu yang tertutup. Setelah salat, Fatimah membuka penutup tersebut dan terlihat mangkuk besar yang penuh roti dan daging. Ali bertanya, “Wahai Fatimah, dari mana makanan ini?” Fatimah berkata, “Dari Allah, sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki.”</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, “Maukah kalian aku ceritakan hal yang serupa dengan ini?” Mereka menjawab, “Baiklah.” Rasullah melanjutkan, “Wahai Ali, engkau bagaikan Nabi Zakaria yang setiap kali mendatangi Mariam melihat Mariam sedang beribadah di mihrabnya dan di dekatnya telah tersedia makanan, kemudian berkata, ‘Wahai Mariam, dari mana datangnya makanan ini?’ Mariam menjawab, ‘Dari Allah, sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki.’ Saat itu makanan tersebut cukup untuk satu bulan…”³</p>
<h3>Komunikasi dengan Malaikat</h3>
<p>Beberapa orang yang menganggap Fatimah hanya sebagai manusia biasa dan putri dari seorang nabi, merasa heran tentang riwayat yang menyebutkan bahwa Fatimah dikunjungi dan berkomunikasi dengan malaikat. Alquran telah membuktikan bahwa Bunda Maria dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sarah#Sarah_in_Islam" target="_blank">Sarah</a> istri Ibrahim a.s. mampu berkomunikasi dengan malaikat. Sementara Fatimah sendiri, telah Rasulullah saw. katakan sebagai pemimpin wanita ahli surga, pemimpin wanita mukmin, pemimpin wanita alam semesta. Maka potensi yang dimiliki dan kedudukannya di mata Tuhan berada di atas wanita lain.</p>
<blockquote><p>Kaum perempuan penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, <a title="Fatimah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fatimah" rel="wikipedia">Fatimah</a> binti Muhammad, Mariam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim istri Firaun.</p></blockquote>
</div>
<p>Posted by Ali Reza — 24 Desember, 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1180&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2012/01/01/bunda-maria-dan-bunda-fatimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gholikhani.com/images/LargePics/MS_8.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sujud di atas Tanah</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/22/sujud-di-atas-tanah-2/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/22/sujud-di-atas-tanah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 22:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1167</guid>
		<description><![CDATA[Pengikut ajaran Ahlul Bayt selalu sujud di atas tanah, debu, kerikil, atau di atas batu dan apa saja yang termasuk bagian dari bumi atau tanah dan yang tumbuh di atasnya, seperti tikar yang bukan terbuat dari kain dan bukan pula yang dimakan, dan yang manis. Karena ada banyak riwayat di dalam sumber-sumber Syi’ah dan Ahli &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/22/sujud-di-atas-tanah-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1167&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2011/12/sujud.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1171" title="sujud" src="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2011/12/sujud.jpg?w=150&#038;h=108" alt="" width="150" height="108" /></a>Pengikut ajaran Ahlul Bayt selalu sujud di atas tanah, debu, kerikil, atau di atas batu dan apa saja yang termasuk bagian dari bumi atau tanah dan yang tumbuh di atasnya, seperti tikar yang bukan terbuat dari kain dan bukan pula yang dimakan, dan yang manis. Karena ada banyak riwayat di dalam sumber-sumber Syi’ah dan Ahli Sunnah, bahwa kebiasaan Rasul saw. adalah sujud di atas debu atau tanah, bahkan memerintahkan kaum muslimin untuk mengikutinya. <span id="more-1167"></span></p>
<p>Suatu hari, Bilal sedang sujud di atas serban (ammamah), karena takut akan panas yang menyengat. Maka Nabi menarik ammamah dari dahinya dan berkata: “Ratakan dahimu dengan tanah wahai Bilal !”. Begitu juga, Nabi pernah mengatakan pada Shuhaib dan Rabah dalam sabdanya: “Ratakan wajahmu wahai Shuhaib dan ratakan pula wajahmu wahai Rabah !”.</p>
<p>Sebagaimana yang disebutkan dalam Bukhari dan lainnya, Nabi saw. juga bersabda: “Bumi atau tanah ini telah dijadikan untukku sebagai tempat sujud yang suci”.</p>
<p>Oleh karena sujud dan meletakkan dahi di atas tanah, tatkala sujud merupakan hal yang paling layak dihadapan Allah swt, karena hal itu menghantarkan kepada kekhusyukan dan sarana terdekat untuk merendahkan diri di depan Tuhan, juga dapat mengingatkan manusia akan asal wujudnya. Bukankah</p>
<p>Allah swt. berfiman:</p>
<p><strong>مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى</strong></p>
<p>Dari bumi (tanah) itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan kembalikan kamu sekalian, serta darinya kami akan mengeluarkan (membangkitkan) kamu pada kali yang lain. (QS. Thaha [20]:55)</p>
<p>Sesungguhnya sujud adalah puncak ketundukan yang tidak bisa terealisir dengan sujud di atas sajadah, karpet atau batu-batuan permata yang berharga. Puncak ketundukan itu hanya terealisir dengan meletakkan anggota badan yang paling mulia yaitu dahi, di atas benda yang paling murah dan sederhana, yaitu tanah</p>
<p>Tentunya, debu/tanah tersebut harus suci. Orang-orang Syi’ah selalu membawa sepotong dari tanah yang sudah dipres dan sudah jelas kesuciaannya. Mungkin juga tanah ini diambil dari tanah yang penuh berkah, seperti tanah Karbala. Di sanalah Imam Husain (cucu Rasulullah saw.) gugur sebagai syahid sehingga tanah itu penuh berkah. Sebagaimana sebagian sahabat Nabi menjadikan batu Mekkah sebagai tempat sujud dalam perjalanan-perjalanan mereka dan untuk mendapatkan berkahnya.</p>
<p>Meski demikian, Syi’ah Ja’fariyah tidak memaksakan hal itu, juga tidak menyatakannya sebagai suatu keharusan. mereka hanya membolehkan Sujud diatas batu apa saja yang bersih dan suci seperti lantai masjid Nabawi yang mulia dan lantai Masjidil Haram.</p>
<p>Sebagai seorang Syiah, kami mempercayai cara untuk sujud yang paling sempurna ialah dengan meletakkan kepala kita di atas bumi kerana ia adalah kawasan yang paling rendah yang mampu di letakkan ketika seseorang itu mengingati Allah swt. Bersujud itu sendiri adalah salah satu gerakan bagi menunjukkan betapa hina nya kita di hadapan Allah swt. Di hadapannya, kita tidak bernilai, kita adalah hamba yang tidak layak untuk Allah swt. Dan jika ia dilakukan di atas tanah, ia akan mempunyai kesan yang lebih mendalam dari, contohnya bersujud di atas karpet. Di dalam buku Ahlul Sunnah, Targhib wal Tarhib, Volume 1 Ms 581, berbunyi:Rasulullah saw bersabda: Jadikanlah muka kamu berdebu, and selimutilah hidung kamu dengan debu.”</p>
<p>Nabi saw juga menerangkan sebab musabab untuk sujud di atas tanah dengan cara yang paling indah. Di dalam Kanz al Ummal, kita dapat lihat hadis-hadis yang dengan indahnya MENGARAHKAN (semasa sujud) menyapu dahi pada tanah dan sebab musababnya:</p>
<p>Kanz al Ummal Volume 7 Hadis 19778: “Sapu lah diri kamu dengan tanah kerana ia adalah rahmat dan berkat buat kamu, rahmat seperti kasih sayang seorang ibu pada anak-anaknya, sesungguhnya kamu telah dicipta darinya, ia adalah hidup kamu(makanan) dan kepadanya kamu akan di tanam.”</p>
<p>Powered by Sufi_kampoeng @Ama Salman</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1167&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/22/sujud-di-atas-tanah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesantrenawliya.files.wordpress.com/2011/12/sujud.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sujud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai Kembali Khotbah Historis Sayyidah Zainab di Hadapan Yazid</title>
		<link>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/11/memaknai-kembali-khotbah-historis-sayyidah-zainab-di-hadapan-yazid/</link>
		<comments>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/11/memaknai-kembali-khotbah-historis-sayyidah-zainab-di-hadapan-yazid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 03:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pesantren Awliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesantrenawliya.wordpress.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal penciptaannya, wanita merupakan  bagian dari kehidupan seorang pria. Nabi Adam as tidak diciptakan sendirian, tapi di sampingnya ada seorang wanita bernama Hawa. Wanita memiliki peran penting dalam setiap kehidupan pria. Mulai dari Hawa yang menjadi pendamping Nabi Adam as sampai Sarah istri Nabi Ibrahim, Maryam ibunya Nabi Isa dan Barkhanah Ibu Nabi Musa, &#8230; <a href="http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/11/memaknai-kembali-khotbah-historis-sayyidah-zainab-di-hadapan-yazid/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1164&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak awal penciptaannya, wanita merupakan  bagian dari kehidupan seorang pria. Nabi Adam as tidak diciptakan sendirian, tapi di sampingnya ada seorang wanita bernama Hawa. Wanita memiliki peran penting dalam setiap kehidupan pria. Mulai dari Hawa yang menjadi pendamping Nabi Adam as sampai Sarah istri Nabi Ibrahim, Maryam ibunya Nabi Isa dan Barkhanah Ibu Nabi Musa, Sayyidah Khadijah istri Nabi Muhammad saw, Sayyidah Fathimah istri Imam Ali as sampai Sayyidah Zainab yang mendampingi saudaranya Imam Husein as dalam kebangkitan Asyura. <span id="more-1164"></span></p>
<p><strong>Peran Sayyidah Zainab as</strong></p>
<p>Peran wanita dalam gerakan Tauhid dan Islam sama sekali tidak bisa dipungkiri. Puncaknya adalah gerakan dan kebangkitan Asyura yang dipimpin oleh Imam Husein as. Dalam kebangkitan Asyura Imam Husein as membawa semua keluarganya baik laki-laki maupun perempuan, besar dan kecil. Dalam kebangkitan Asyura peran perempuan di sini tidak kalah pentingnya dengan peran laki-laki. Ada beberapa perempuan yang karena keberanian, keimanan dan pengorbanannya mereka berhasil mencatat namanya dalam sejarah mulia kebangkitan Asyura dan yang terpenting adalah keberadaan saudara perempuan Imam Husein as yang bernama Zainab as.</p>
<p>Sayyidah Zainab as dalam kebangkitan Asyura selain sebagai jembatan penyambung dan pengemban risalah pasca syahadah Imam Husein as, beliau juga bertanggung jawab sebagai pemimpin para tawanan, perawat Imam Zainul Abidin as yang sedang sakit dan penjaga anak-anak dan para wanita.</p>
<p>Bila Sayyidah Khadijah as wanita pertama kali yang beriman kepada Rasulullah Saw. Ia juga berkorban selama sepuluh tahun dari awal kenabian sampai tahun kesepuluh hijriyah. Dengan setia mendampingi suaminya dalam menyebarkan ajaran Islam dengan segala beban dan kesulitan. Dalam peristiwa Karbala, Sayyidah Zainab as cucu beliau juga mendampingi saudaranya Imam Husein as menegakkan dan meluruskan ajaran kakeknya Rasulullah Saw. Ajaran yang sedang diselewengkan oleh manusia-manusia durjana seperti Muawiyah bin Abi Sufyan dan anaknya Yazid bin Muawiyah.</p>
<p>Bila wanita harus ditawan dan dikelilingkan di tengah-tengah kota karena untuk menegakkan agama Allah, wanita mana yang lebih layak untuk memainkan peran ini, kalau bukan pewaris Khadijah as. Perempuan yang selama ini setia mendampingi Rasulullah Saw dalam segala kesulitan dan tantangan demi menegakkan agama Allah. Pasca syahadah Imam Husein as, Sayyidah Zainab mengambil alih tanggung jawab risalah kakaknya yang telah syahid.</p>
<p>Beliau benar-benar menggunakan kesempatan yang ada mulai dari berkhotbah di pasar Kufah sampai di istana Ibnu Ziyad dan di Syam di hadapan Yazid bin Muawiyah. Dengan khotbahnya yang lantang bak ayahnya Imam Ali as yang sedang berkhotbah, Sayyidah Zainab as membuka setiap hati yang buta dan membongkar kejahatan dan kezaliman pemerintahan Bani Umayyah. Bila ajaran murni Rasulullah Saw sampai kini menyebar luas di tengah-tengah umat manusia itu karena jasa, keberanian dan kesabaran Sayyidah Zainab as dalam melanjutkan risalah kakeknya.</p>
<p><strong>Di Majlis Ibnu Ziyad</strong></p>
<p>Ibnu Ziyad berusaha menghina Ahlul Bait as dengan melemparkan sebuah pertanyaan, &#8220;Siapa wanita yang terkucil ini?&#8221; tidak ada yang menjawab dan ia mengulangi lagi pertanyaannya, kemudian salah satu pembantu Sayyidah Zainab menjawab, &#8220;Ini adalah Zainab putri Fathimah putri Rasulullah Saw.&#8221; Ibnu Ziyad melanjutkan, &#8220;Aku bersyukur kepada Allah karena telah mempermalukan kalian, membunuh dan mengungkap kebohongan kalian.&#8221;</p>
<p>Penghinaan ini dijawab dengan tegas oleh Sayyidah Zainab as, &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kami dengan wujud nabinya Muhammad Saw dan mensucikan kami dengan sesuci-sucinya. Kalau kamu bilang kami dipermalukan, sesungguhnya yang dipermalukan adalah orang yang fasik. Kalau kamu bilang kami berbohong, sesungguhnya pelaku kezalimanlah yang berbohong, bukan kami dan segala puji bagi Allah.&#8221;</p>
<p><strong>Di Majlis Yazid bin Muawiyah</strong></p>
<p>Kedengkian dan kekufuran Yazid bin Muawiyah terungkap ketika para tawanan Ahlul Bait berdiri di depannya dan dengan kecongkakannya Yazid mengutak-atik gigi Imam Husein as dengan kayu yang ada di tangannya seraya berkata, &#8220;Oh seandainya nenek moyangku yang terbunuh di perang Badar dalam kondisi musyrik sekarang ada di sini menyaksikan kondisi keluarga Muhammad. Mereka akan terlihat gembira dan mengatakan kepadaku, terima kasih Yazid! Bani Hasyim telah bermain kekuasaan, tidak ada kabar gaib dan juga tidak ada wahyu yang turun. Aku bukan tergolong Khunduf (nenek moyang bani Umayyah ) bila aku tidak membalas dendam perilaku Muhammad dari anak-anaknya.&#8221;</p>
<p>Di sini Yazid tidak saja membunuh Imam Husein as tapi juga berperang melawan Allah dan Rasulullah. Ia menganggap dirinya sebagai amirul mukminindan berposisi sebagai pengganti Rasulullah Saw tapi pada saat yang sama membalas dendam pekerjaan-pekerjaan Rasulullah yang membunuh para musyrikin di Badar. Ia mengagung-agungkan nenek moyangnya yang musyrik dan memusuhi Rasulullah Saw. Yazid mengutak-atik bibir Imam Husein as yang senantiasa diciumi oleh Rasulullah Saw. Mendengar kekufuran ini Sayyidah Zainab as tidak tinggal diam. Beliau segera mempermalukan dan membongkar kedok Bani Umayyah yang telah menyelewengkan Islamdengan pidato historisnya.</p>
<p><strong>Sayyidah Zainab berkata:</strong></p>
<p>&#8220;Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat Allah atas Rasul-Nya dan semua keluarganya. Benar Allah berfirman demikian, &#8220;Lantas  kesudahan orang–orang yang melakukan bermacam-macam kejahatan adalah sikap kufur dan memperolok-olok ayat-ayat Allah.&#8221; (Surat ar-Rum: 10).</p>
<p>Hai Yazid! Kau pikir dengan menutup jalan darat dan udara untuk kami dan dengan mengelilingkan kami ke sana kemari bak tawanan, di hadapan Allah kami terhina dan kau terhormat? Kau pikir kemenanganmu atas kami karena kedudukanmu di hadapan Allah? Lantas kau bangga dan sombong memandang sekitarmu? Karena kau lihat dunia berpihak kepadamu, urusan berjalan sesuai dengan kehendakmu dan dengan mudah kau menguasai kami? Tunggu dulu pelan-pelan! Lupakah kau akan firman Allah yang berbunyi, &#8220;Dan jangan sekali-kali orang kafir menyangka bahwa tangguh yang Kami berikan kepada mereka lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami beri tangguh kepada mereka supaya bertambah-tambah dosa mereka. Dan bagi mereka azab yang menghinakan.&#8221; (Surat Ali Imran: 178)</p>
<p>Kemudian Sayyidah Zainab mengingatkan Yazid dan orang sekelilingnya akan status mereka sebagai orang-orang yang dibebaskan oleh Rasulullah Saw dalam peristiwa Fathu Mekah (penaklukan kota Mekah).</p>
<p>&#8220;Hai anak orang-orang yang dibebaskan! Adilkah peraturan ini, di mana kau letakkan perempuan-perempuan dan pembantu-pembantumu di balik tabir sementara putri-putri Rasulullah kau bawa kesana kemari bak tawanan?Kau buka kerudung dan wajah mereka dan musuh-musuh membawanya dari kota satu ke kota lain sehingga orang-orang asing dan hina memandang wajah-wajah mereka? Sementara tidak ada bagi mereka laki-laki yang menjadi pimpinannya dan tidak punya pelindung yang melindungi mereka.</p>
<p>Bagaimana bisa diharapkan kasih sayang dari seorang (Hindun) yang telah mengunyah hati orang-orang suci kemudian memuntahkannya dan dagingnya tumbuh dari darah-darah syuhada? Bagaimana bisa berhenti permusuhan orang yang pandangannya kepada kami Ahlul Bait senantiasa penuh dengan permusuhan dan kedengkian? Kemudian tanpa ada rasa dosa dan dengan congkak mengatakan, &#8220;Seandainya nenek moyangku hadir di sini dan saking gembiranya pasti berteriak, &#8220;Yazid, terima kasih!&#8221;</p>
<p>Kini kau berkatasambil mengutak-atik gigi Aba Abdillah, penghulu para pemuda ahli surga. Bagaimana mungkin kau tidak akan mengatakan hal itu? Dengan menumpahkan darah putra-putra Rasulullah Saw dan bintang-bintang keluarga Abdul Muthalib, kau telah melukai hati-hati dan membakar akarkeutamaan dan takwa. Sekarang kau panggil nenek moyangmu dan kau pikir kau sedang memanggil mereka dan minta pujian dari mereka sementara kau lupa bahwa kau secepatnya akan menyusul mereka. Pada saat itu kau akan berharap, &#8220;Seandainya kau lumpuh dan bisu, tidak mengatakan apa yang telah kau katakan dan tidak berbuat apa yang telah kau perbuat.&#8221;</p>
<p>Ya Allah tuntutlah hak kami dari mereka dan balaslah kejahatan orang-orang yang menzalimi kami! Turunkan kemarahan-Mu kepada orang-orang yang menumpahkan darah kami dan membunuh para sahabat kami!</p>
<p>Kemudian Sayyidah Zainab berkata kepada Yazid, &#8220;Hai Yazid, Demi Allah! dengan kejahatanmu ini kau telah menguliti kulitmu sendiri dan mencabik-cabik dagingmu sendiri. Dengan segera kau akan menghadap Rasulullah Saw dengan menanggung dosa. Dosa menumpahkan darah dan menodai kehormatan keluarganya. Pada hari itu Allah akan mengumpulkan Rasulullah Saw dengan keluarganya dan menuntut hak-hak mereka dari musuh-musuhnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan kau mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.&#8221; (Surat Ali Imran: 169).</p>
<p>Dan cukup bagimu, Allah Swt sebagai hakim, Rasulullah Saw sebagai penuntut dan Malaikat Jibril sebagai pendukung. Ketahuilah bahwa mereka yang menyiapkan sarana kejahatan ini dan menaikkan kamu di atas pundak kaum muslimin, akan segera menerima balasannya. Seburuk-buruk balasan bagi orang-orang zalim. Mereka akan segera tahu siapa yang lebih buruk dan pasukan mana yang lebih lemah.&#8221;</p>
<p>Yazid dalam pandangan Sayyidah Zainab adalah manusia yang sangat rendah dan hina sehingga tidak layak menjadi orang yang diajak bicara oleh beliau. Tapi beliau terpaksa berbicara dengan Yazid seraya mengatakan:</p>
<p>&#8220;Bila musibah menyeretku ke sini dan terpaksa harus bicara denganmu, ketahuilah posisimu di mataku sangat rendah dan terhina. Sehingga sulit bagiku untuk menegur dan mengritikmu. Tapi aku harus bagaimana? Mata-mata kami menangis dan dada-dada kami terbakar.</p>
<p>Oh&#8230;sungguh aneh kejadian ini dan benar-benar aneh! Tentara Allah terbunuh di tangan tentara setan yang dibebaskan. Tangan-tangan kalian berlumuran darah kami. Daging-daging kami keluar dari mulut-mulut kalian. Badan-badan yang suci diserahkan kepada serigala-serigala dan binatang buas sahara.</p>
<p>Bila hari ini dengan membunuh dan menawan kami kau merasa beruntung, di Hari Perhitungan dengan mahal kau akan segera membayarnya.  Kau tidak akan menemukan sesuatu kecuali apa yang kau perbuat. &#8220;Sekali-kali Tuhanmu tidak akan menganiaya hamba-hamba-Nya.&#8221; (Surat Fussilat: 46). Hanya kepada Allah kami mengeluh dan hanya kepada-Nya kami bersandar.</p>
<p>Hai Yazid, lakukan konspirasimu terhadap kami dan lakukan usahamu semaksimal mungkin! Demi Allah! Kau tidak akan bisa menghapus nama kami dan tidak bisa membunuh wahyu kami. Kau tidak akan bisa mencapai ketinggian kami. Kau tidak akan bisa mencuci perbuatan yang memalukan ini. Ketahuilah sesungguhnya pendapat dan pemikiranmu itu goyah dan masa-masamu pendek dan kelompokmu berceceran.</p>
<p>Pada hari itu seorang penyeru Allah berteriak, &#8220;Ingatlah sesungguhnya kutukan dan laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim.&#8221; (Surat Hud:18)&#8221;</p>
<p>Diakhir khotbahnya Sayyidah Zainab berdoa:</p>
<p>&#8220;Maka segala puji bagi Allah yang menetapkan awal kehidupan kami dengan kebahagiaan dan ampunan. Menetapkan akhir kehidupan kami dengan syahadah dan rahmat. Kami memohon kepada Allah untuk menyempurnakan pahala kebaikannya atas syuhada kami. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Cukup bagi kami Allah, dan Dia adalah sebaik-baik wakil.&#8221; (Balaghat an-Nisa, Ibnu Thifur, Maktab Bashirati)</p>
<p>Begitu besar tantangan dan musibah yang harus dihadapi Sayyidah Zainab. Dengan keimanan dan keyakinannya kepada Allah beliau tidak gentar menghadapi manusia-manusia hina dan durjana seperti Yazid bin Muawiyah dan lain-lainnya.</p>
<p>Bahkan ketika Sayyidah Zainab as ditanya Yazid, &#8220;Apa yang kau lihat di Karbala?&#8221;</p>
<p>Beliau menjawab dengan tegas, &#8220;Tidak ada yang kulihat kecuali keindahan&#8221;.</p>
<p>Jawaban ini menunjukkan bahwa dengan segala kesulitan dan kesusahan, di depan musuh Sayyidah Zainab mengajarkan masalah keteguhan dan kesabaranbagi umat Islam. (IRIB Indonesia)</p>
<p><strong>Oleh</strong>: Emi Nur Hayati Ma&#8217;sum Sa&#8217;id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesantrenawliya.wordpress.com/1164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesantrenawliya.wordpress.com&amp;blog=9313525&amp;post=1164&amp;subd=pesantrenawliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesantrenawliya.wordpress.com/2011/12/11/memaknai-kembali-khotbah-historis-sayyidah-zainab-di-hadapan-yazid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6af0a76276b7af4afce2a553cf6b4a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesantrenawliya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
