Imam-imam Ahlu Sunnah terbagi dua, yaitu: Imam-imam dalam masalah fiqh dan Imam-imam masalah aqidah. Dalam masalah fiqh mereka mengikuti empat orang imam terkenal pemilik mazhab yang empat yaitu, Imam Abu Hanifah, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.
Imam-imam yang empat itu bukanlah merupakan genertasi sahabat Rasulullah SAW maupun tabi’in, sehingga Rasul SAW tidak mengenal mereka, dan merekapun tidak mengenal Rasul SAW.
Dari keempat imam tersebut, Abu Hanifah merupakan imam yang paling tua dimana usianya terpaut lebih dari dua ratus tahun dengan Rasul SAW. Adapun dalam masalah aqidah, ahlu sunnah mengikuti Al Asy’ari yang lahir tahun 270 H. Imam-imam inilah yang merupakan imam yang di ikuti dikalangan ahlu Sunnah dalam masalah aqidah dan Syari’at.
Nah…coba kita perhatikan, adakah dari imam-imam ini yang merupakan Imam Ahlu Bait atau sahabat Nabi? Tentu tidak.
Lantas mengapa mereka yang mengaku memegang teguh sunnah Nabi mengakhirkan atau mengunci mazhab yang empat ini hingga masa tersebut? Dimana Ahlu Sunnah sebelum munculnya para imam mazhab-mazhab itu? dan bagaimana mereka beribadah, serta kepada siapa mereka berhukum sebelum itu? Dan bagaimana mereka bisa percaya kepada orang-orang yang tidak semasa dengan Nabi SAW dan Nabi pun tidak mengenal mereka, sementara ketika mereka muncul, fitnah dan peperangan sesama sahabat Nabi SAW dan diantara pengikut mazhab mereka telah terjadi dimana-mana?
Powered by Ama Salman al-Banjari
Salam Bahagia..
Tetap SEMANGAT Tetap SHALAWAT
~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~
Itu namanya,imam-imam gadungan.mengakui sesuatu yang bukan miliknya….inilah yg disebut ilmu yang menipu itu,mereka adalah termasuk orang orang faqih,tp kefaqihan mrk adalh utk menipu,menyesatkn umat manusia dari jalan-Nya….naudzu billah min dzalik!
Posted by Artia Sari | 30 Januari 2012, 9:04